Korban Ledakan Bom di Biak Bertambah: 17 Potongan Tubuh Ditemukan, Sterilisasi 100%

Korban Ledakan Bom di Biak Bertambah: 17 Potongan Tubuh Ditemukan, Sterilisasi 100%

Plat Merah – Korban ledakan bom di Biak bertambah seiring penemuan 17 potongan bagian tubuh oleh tim SAR gabungan di lokasi kejadian. Hingga hari keenam pascaledakan, total korban jiwa mencapai enam orang, sementara tiga lainnya masih dinyatakan hilang. Tim penjinak bom (Jibom) Gegana Polda Papua telah menyelesaikan sterilisasi area ring satu hingga 100 persen, memastikan tidak ada lagi ancaman ledakan susulan.

Ledakan yang terjadi pada Minggu, 31 Mei 2026, di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, diduga berasal dari bom sisa Perang Dunia II. Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, mengonfirmasi bahwa proses sterilisasi rampung pada Jumat, 5 Juni 2026. “Tim gabungan berhasil menyelesaikan sterilisasi area ring satu hingga mencapai 100 persen atau dinyatakan aman dari potensi ancaman lanjutan,” ujarnya.

Meski area steril, masyarakat dilarang memasuki lokasi demi keselamatan. Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, dan instansi terkait kini fokus mencari tiga korban yang belum ditemukan, yaitu Yulianus Raubaba (26), Lae Madura (45), dan Abis Marandof (27). Pencarian diperluas hingga radius satu mil dari tempat kejadian perkara (TKP).

Pada hari keenam pencarian, tim kembali menemukan 17 potongan bagian tubuh di sekitar lokasi ledakan. Sebelumnya, tim SAR telah menemukan 13 potongan tubuh pada Senin, 1 Juni 2026. Seluruh temuan diserahkan ke Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua untuk identifikasi. Enam sampel DNA postmortem telah diambil dan dikirim ke Laboratorium DNA Bareskrim Polri guna mempercepat proses identifikasi korban.

Selain potongan tubuh, petugas juga menemukan barang-barang milik korban, antara lain satu kartu keluarga atas nama Luther Raubabah, satu unit proyektor merek Sony, satu telepon genggam Samsung, satu bor listrik, satu tas, satu dompet, satu mixer, serta satu batang besi sepanjang 40 sentimeter.

Korban ledakan bom di Biak bertambah setelah Ny. Mina Puadi (51) meninggal dunia di rumah sakit akibat patah tulang rusuk dan pendarahan limpa akibat tertimpa tiang dan motor tempel. Sebelumnya, lima korban tewas telah dimakamkan pada Senin sore, 1 Juni 2026. Total korban jiwa menjadi enam orang, sementara 19 orang lainnya mengalami luka ringan.

Korban ledakan bom di Biak bertambah juga tercermin dari jumlah potongan tubuh yang terus ditemukan. Tim DVI Polda Papua telah memeriksa 34 potongan jaringan tubuh, dan proses identifikasi masih berlangsung. Sementara itu, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Papua akan melakukan olah TKP setelah area dinyatakan benar-benar aman dari bahan peledak.

Ledakan ini juga merusak sembilan rumah warga. Tim Jibom menemukan satu granat aktif jenis nanas di lokasi, yang segera diamankan. Polisi masih mendalami penyebab ledakan, namun dugaan kuat berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II yang tidak sengaja tersentuh.

Korban ledakan bom di Biak bertambah menjadi pengingat akan bahaya ordonansi sisa perang yang masih tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Masyarakat diimbau untuk segera melapor jika menemukan benda mencurigakan serupa. Pencarian tiga korban hilang terus dilakukan, dan tim SAR optimis dapat menemukan mereka dalam waktu dekat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup