Bursa Saham Timur Tengah Berjatuhan Imbas Eskalasi Baru Konflik AS-Iran, Investor Cemas

Bursa Saham Timur Tengah Berjatuhan Imbas Eskalasi Baru Konflik AS-Iran, Investor Cemas

Plat MerahBursa saham Timur Tengah berjatuhan imbas eskalasi baru konflik AS-Iran yang memanas setelah serangan rudal balasan antara Iran dan Israel. Indeks-indeks utama di kawasan Asia-Pasifik dan global turut terpuruk, memicu aksi jual besar-besaran di tengah kekhawatiran gencatan senjata yang rapuh.

Pada perdagangan Senin (8/6), bursa saham Timur Tengah berjatuhan imbas eskalasi baru konflik AS-Iran setelah Iran meluncurkan rentetan rudal ke Israel sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon Selatan. Indeks Kospi Korea Selatan anjlok hingga 8,3 persen, sementara Nikkei Jepang merosot 3,8 persen. Di Timur Tengah, bursa saham utama seperti Tadawul Saudi dan Dubai Financial Market juga mengalami tekanan signifikan.

Eskalasi ini bermula dari serangan Israel ke Beirut pada Minggu (7/6) yang dibalas Iran dengan rudal ke pangkalan udara Israel. Presiden AS Donald Trump berupaya meredakan ketegangan dengan menyatakan bahwa negosiasi damai tetap berjalan. Namun, investor tetap khawatir bahwa konflik dapat mengganggu pasokan minyak dan memicu inflasi global.

Di Indonesia, IHSG juga ambruk 2,53 persen pada sesi I Jumat (5/6) dan terus tertekan hingga awal pekan. Pelemahan rupiah dan arus keluar modal asing menambah beban pasar. Sementara itu, harga minyak mentah Brent sempat melonjak di atas USD 94 per barel sebelum turun tipis setelah ada sinyal de-eskalasi.

Bursa saham Timur Tengah berjatuhan imbas eskalasi baru konflik AS-Iran juga memicu aksi jual di Wall Street. Indeks Nasdaq turun 4,18 persen pada Jumat (5/6), penurunan terbesar sejak April 2025. Investor beralih ke aset safe haven seperti emas dan obligasi pemerintah.

Analis memperkirakan volatilitas masih akan berlanjut hingga ada kejelasan mengenai kesepakatan damai. Pernyataan Trump yang optimistis kontras dengan laporan bahwa negosiasi terhenti, menambah ketidakpastian. Di sisi lain, saham teknologi mulai rebound setelah meredanya ketegangan, namun bursa Timur Tengah tetap rentan.

Secara keseluruhan, bursa saham Timur Tengah berjatuhan imbas eskalasi baru konflik AS-Iran mengingatkan investor akan risiko geopolitik yang dapat menggerus keuntungan pasar. Para pelaku pasar disarankan untuk mencermati perkembangan negosiasi dan data ekonomi AS yang akan dirilis pekan ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup