Revitalisasi Kambang Iwak Ditargetkan Mulai Bulan Depan, Pemkot Matangkan Revisi DED
Latar Belakang Proyek Revitalisasi
Plat Merah – Kawasan Kambang Iwak, yang berlokasi di kawasan perairan Musi, telah menjadi ikon Kota Palembang sejak abad ke-19. Awalnya berfungsi sebagai tempat perdagangan ikan dan pameran budaya, kawasan ini sempat mengalami degradasi fungsi hingga menjadi area parkir sembarangan dan kegiatan ilegal. Revitalisasi yang direncanakan sejak 2024 ini bertujuan memulihkan fungsi sejarah kawasan sekaligus menghadirkan ruang publik yang modern namun tetap mengakar pada nilai-nilai lokal.
Peran Proyek dalam Ekosistem Kota
Dalam konteks pengembangan kota, Kambang Iwak diharapkan menjadi katalisator untuk:
- Meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau di Palembang
- Membangun identitas kota yang kuat melalui seni dan arsitektur
- Mendorong ekonomi kreatif melalui destinasi pariwisata berbasis budaya
- Mengurangi beban lingkungan dengan konsep taman kota berkelanjutan
Revisi DED: Detail yang Diperbaiki
Menurut Wakil Walikota Palembang, Harnojoyo, revisi DED fokus pada tiga aspek utama:
| Aspek | Perubahan | Tujuan |
|---|---|---|
| Desain Jembatan | Bentuk perahu bidar modern | Menonjolkan kearifan lokal Sumsel |
| Sistem Drainase | Perluasan saluran dan pemasangan pompa | Mengatasi banjir musim hujan |
| Pencahayaan | Lampu LED berbasis seni tumbuk lidi | Meningkatkan estetika malam hari |
Implikasi Ekonomi dan Sosial
Proyek senilai Rp250 miliar ini diproyeksikan akan menghasilkan:
- Sekitar 1.200 tenaga kerja lokal selama masa pengerjaan
- Peningkatan kunjungan wisata hingga 300% dalam 2 tahun pertama
- Kenaikan pendapatan UMKM di sektor kuliner hingga 45%
- Kemungkinan pembentukan koperasi taman kota untuk manajemen ruang publik
Perbandingan dengan Proyek Serupa
Menariknya, konsep revitalisasi Kambang Iwak mengadopsi prinsip-prinsip dari proyek kota di Eropa. Berikut perbandingan kunci:
| Aspek | Kambang Iwak | Proyek Eropa |
|---|---|---|
| Biaya per meter persegi | Rp2,5 juta | €500 |
| Rasio ruang hijau | 65% | 70% |
| Penggunaan teknologi | Sistem drainase modern | Energi surya penuh |
Tantangan dan Solusi
Walikota Ratu Dewa mengakui beberapa tantangan yang dihadapi antara lain:
- Menjaga keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian sejarah
- Mengoptimalkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan setelah selesai
- Menghadapi risiko perubahan iklim yang memengaruhi saluran air
Untuk mengatasinya, Pemkot bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam simulasi model tata air dan membangun mekanisme partisipasi warga melalui forum taman kota.
Kronologi Proyek
Berikut timeline proyek hingga 2028:
- 2026 Juli-Desember: Finalisasi DED, lelang kontraktor
- 2027 Januari-Juni: Pengerjaan infrastruktur dasar
- 2027 Juli-Desember: Pengerjaan taman dan jembatan
- 2028 Januari: Grand opening dengan pameran budaya
Revitalisasi Kambang Iwak tidak hanya menjadi proyek fisik, tetapi juga simbol komitmen Palembang dalam memadukan progresivitas dengan kearifan budaya. Dengan menghadirkan nuansa lokal yang kuat melalui desain perahu bidar dan elemen seni tradisional, kawasan ini diharapkan menjadi ruang interaksi yang hidup antara generasi muda dan warisan leluhur, sekaligus menarik wisatawan dari berbagai belahan dunia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.









