Kesal Tak Diberi Uang, Alasan 3 Pengamen Remaja di Bekasi Bakar Penutup Pagar Rumah Warga Berakhir Damai
Plat Merah – Alasan 3 pengamen remaja di Bekasi bakar penutup pagar rumah warga akhirnya terungkap. Aksi nekat yang terekam CCTV dan viral di media sosial itu dipicu oleh rasa kesal karena tidak mendapat uang saat mengamen. Peristiwa terjadi di Jalan H Mean, Kampung Kemang, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Tiga remaja yang diketahui berprofesi sebagai pengamen datang ke rumah korban, Aan Sarifudin (31), dan mulai bernyanyi. Namun, karena tidak ada respons atau pemberian uang dari pemilik rumah, salah satu pelaku berinisial AFH (20) nekat membakar kertas lalu menempelkannya pada fiber pagar rumah. Api sempat membesar, namun berhasil dipadamkan oleh warga sekitar sebelum merembet ke bagian lain.
Polisi yang menerima laporan segera bergerak. Dari hasil penyelidikan, dua dari tiga pelaku berhasil diamankan, yaitu AFH dan seorang rekannya. Kanit Reskrim Polsek Pondok Gede Iptu Gatot mengungkapkan, “Motif sementara karena kesal tidak diberi uang.” Hal senada disampaikan Kasie Humas Polres Metro Bekasi Kota AKP Suparyono, “Diduga kesal tidak dikasih uang.” Alasan 3 pengamen remaja di Bekasi bakar penutup pagar rumah warga ini pun menjadi dasar penyelesaian perkara secara kekeluargaan.
Meski sempat diamankan, kasus ini tidak berlanjut ke ranah pidana. Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro menjelaskan bahwa perkara diselesaikan melalui mekanisme restorative justice (RJ) setelah pemilik rumah memaafkan para pelaku. Mediasi difasilitasi Polsek Pondok Gede pada Rabu (24/6) malam, dihadiri oleh keluarga pelaku dan korban. “Orang tua para pelaku datang bertemu dengan keluarga korban dan akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Sudah berdamai,” ujar AKP Suparyono.
Dalam kesepakatan damai, para pelaku tetap diwajibkan mengganti kerugian korban atas pagar yang terbakar. Polisi juga memberikan peringatan tegas agar perbuatan serupa tidak terulang. “Kalau mengulang lagi perbuatannya nanti ada sanksinya,” tegas Iptu Gatot. Alasan 3 pengamen remaja di Bekasi bakar penutup pagar rumah warga ini menjadi pelajaran bagi semua pihak bahwa setiap tindakan anarkis tetap harus dipertanggungjawabkan, meski berakhir damai.
Video CCTV yang merekam aksi pembakaran sempat viral di media sosial, memicu kecaman warganet. Namun, dengan penyelesaian secara kekeluargaan, kasus ini ditutup tanpa proses hukum lebih lanjut. Polisi mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan melaporkan setiap tindakan mencurigakan. Alasan 3 pengamen remaja di Bekasi bakar penutup pagar rumah warga yang hanya karena kesal tidak diberi uang menunjukkan pentingnya pengelolaan emosi dan penyelesaian masalah secara dewasa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












