Duka Bertubi-tubi: Tantri Kotak Kehilangan Ayahanda Cella di Tengah Kasus Penipuan Rp10 Miliar
Plat Merah – Kabar duka kembali menyelimuti personel band Kotak. Di tengah perjuangan vokalis Tantri Syalindri yang tengah menghadapi kasus dugaan penipuan senilai hampir Rp10 miliar, kini gitaris Cella Kotak harus kehilangan sang ayah tercinta. Kabar meninggalnya Achmad Handoko, ayahanda Cella Kotak, disampaikan langsung oleh Tantri Kotak melalui unggahan Instagram Stories pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Dalam unggahan bernuansa duka, Tantri Kotak mengabarkan bahwa Achmad Handoko meninggal dunia di Banyuwangi, Jawa Timur, pada Jumat, 26 Juni 2026, sekitar pukul 07.00 WIB. Tantri memohon doa dari para penggemar dan masyarakat Indonesia untuk almarhum serta keluarga yang ditinggalkan. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke rahmatullah, ayahanda dari Cella Kotak di Banyuwangi. Mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya yang mengenal almarhum dan mohon diselipkan doa. Turut berdukacita yang mendalam ya Mang,” tulisnya.
Tantri Kotak juga membagikan informasi detail mengenai rumah duka di Banyuwangi serta doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. “Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Ya Allah ampunilah beliau, rahmatilah beliau, berilah beliau keselamatan dan maafkanlah segala kesalahannya,” lanjut ibu dua anak ini. Unggahan tersebut mendapat respons simpati dari ribuan penggemar yang turut berduka.
Kepergian ayahanda Cella menambah beban emosional bagi personel Kotak, terutama di tengah kasus dugaan penipuan yang menimpa Tantri Kotak. Seperti diketahui, Tantri baru-baru ini mengungkap bahwa ia menjadi korban penipuan oleh seorang teman yang dikenal sejak 2021, bernama Poppy Nupitasari. Kerugian yang dialami mencapai hampir Rp10 miliar, berasal dari tabungan masa depan anak dan investasi bisnis yang gagal.
Dalam kronologi yang dibagikan di Instagram, Tantri Kotak menceritakan awal mula pertemanannya dengan Poppy yang berawal dari sekolah anak. Pada 2025, Poppy menawarkan kerja sama bisnis penyertaan modal pembelian produk. Meski awalnya ragu, Tantri akhirnya luluh karena kepercayaan yang sudah terbangun. Namun, setelah transaksi terakhir pada 19 Juni 2026, Poppy tidak bisa dihubungi lagi. “Sejak saat itu, puluhan orang lainnya berusaha mencari kabarmu. Kami saling berkomunikasi dalam panik dan putus asa. Rumahmu kami datangi, keluarga dan orang tuamu angkat tangan,” tulis Tantri.
Kasus ini semakin meluas setelah sejumlah korban lain angkat bicara. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah akun @marcieee89 yang mengaku sebagai sepupu kandung Poppy. Ia mengungkapkan bahwa uang yang dibawa kabur Poppy juga digunakan untuk biaya pengobatan stroke yang dialaminya. “Itu uang saya untuk berobat pasca stroke di April. Sekarang saya belum bisa lanjut pengobatan karena uang itu uang terakhir saya,” tulisnya, dikutip dari Kompas.com.
Dukungan untuk Tantri Kotak pun mengalir dari berbagai pihak, termasuk penyanyi Melanie Subono. Melanie turut menyebarkan foto Poppy Nupitasari di media sosial dan meminta bantuan warganet untuk melacak keberadaannya. “Gaes boleh sekali lagi minta bantuan. I’m sorry, gue tahu belakangan sudah kebanyakan minta tolong, tapi power netizen kayak lebih cepat dibanding anu tuh,” tulis Melanie dalam unggahannya.
Sementara itu, Tantri Kotak memilih untuk menyerahkan kasus ini kepada hukum Allah SWT, seperti yang diungkapkan dalam pemberitaan sebelumnya. Ia berharap keadilan dapat ditegakkan dan para korban mendapat kepastian.
Kesedihan dan cobaan yang dialami personel Kotak ini menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian dalam menjalin hubungan bisnis dengan teman, serta kekuatan doa dan dukungan di tengah masa sulit. Semoga keluarga Cella Kotak diberikan ketabahan, dan kasus penipuan yang menimpa Tantri segera menemukan titik terang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











