Coffee Morning Bersama Media: Imigrasi Kelas I TPI Palembang Serukan Peran Pers dalam Pengawasan Warga Asing

Coffee Morning Bersama Media: Imigrasi Kelas I TPI Palembang Serukan Peran Pers dalam Pengawasan Warga Asing

Latar Belakang Kegiatan Coffee Morning

Plat Merah – Pada Jumat, 26 Juni 2026, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang menggelar acara “Coffee Morning” yang melibatkan wartawan, karyawan, dan pejabat imigrasi. Acara ini dirancang sebagai wadah informal untuk menumbuhkan sinergi, meningkatkan transparansi, serta mengajak media berperan aktif dalam mengawasi keberadaan warga asing di wilayah Sumatera Selatan.

Jalannya Acara: Dari Jalan Sehat hingga Pembagian Makanan

Kegiatan dimulai dengan jalan sehat mengelilingi halaman kantor imigrasi, diikuti oleh sesi senam bersama yang dipimpin Kepala Imigrasi, Khairil Mirza. Energi peserta terlihat dari semangat yang tinggi, mencerminkan komitmen bersama untuk kesehatan dan kebersamaan.

Setelah sesi olahraga, para peserta duduk bersama untuk menikmati kopi dan diskusi ringan. Di sela-sela percakapan, tim imigrasi membagikan makanan kepada masyarakat yang sedang menunggu layanan pembuatan paspor. Menurut Khairil Mirza, pembagian makanan ini merupakan wujud kepedulian institusi terhadap pemohon yang harus menunggu berjam‑jam.

Daftar Kegiatan Utama

  • 07.30 – 08.00: Jalan sehat mengelilingi kantor
  • 08.00 – 08.30: Senam bersama dipimpin Kepala Imigrasi
  • 08.30 – 09.30: Coffee morning, diskusi media‑imigrasi
  • 09.30 – 10.30: Pembagian makanan kepada pemohon paspor
  • 10.30 – 12.00: Sesi tanya‑jawab tentang pengawasan warga asing

Peran Media dalam Pengawasan Warga Asing

Khairil Mirza menekankan bahwa pengawasan tidak hanya tanggung jawab imigrasi, melainkan seluruh elemen masyarakat, termasuk wartawan. “Jika ada aktivitas mencurigakan terkait warga asing, media dapat melaporkan langsung kepada kami. Penindakan tetap menjadi wewenang Imigrasi,” ujarnya.

Dengan jaringan luas, media dapat menjadi mata tambahan bagi aparat, terutama di daerah yang rawan penyalahgunaan visa atau penempatan pekerja ilegal. Pengaduan yang diterima melalui kanal resmi akan diproses sesuai prosedur, mempercepat respons aparat.

Layanan Paspor: Permintaan Meningkat Menjelang Musim Haji dan Umrah

Menurut data internal, rata‑rata pemohon paspor harian di Palembang mencapai 150 orang. Permintaan biasanya melonjak pada periode Menjelang Haji, Lebaran, serta musim Umrah. Pada hari Jumat, lebih dari 200 warga datang, memaksa petugas menambah kuota layanan.

HariJumlah Pemohon
Senin130
Selasa145
Rabu150
Kamis170
Jumat210

Lonjakan tersebut tidak hanya dipicu oleh keperluan ibadah, tetapi juga oleh meningkatnya minat masyarakat Sumsel untuk berwisata ke Malaysia, Singapura, serta destinasi liburan lainnya. Ketersediaan penerbangan langsung dari Palembang ke kedua negara tersebut menjadi faktor pendorong utama.

Program Pelayanan di Luar Kantor: Kolaborasi dengan Bank Indonesia dan Pameran Lokal

Untuk menjangkau warga yang tidak dapat datang ke kantor, Imigrasi Palembang meluncurkan program layanan keliling. Tim imigrasi berpartisipasi dalam pameran UKK Musi Banyuasin serta acara bersama Bank Indonesia dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Kota Palembang. Selama empat hari (Kamis‑Minggu), layanan dibuka dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB dengan kuota awal 76 paspor, yang kemudian ditambah bila ada permintaan.

Dampak dan Implikasi Bagi Berbagai Pemangku Kepentingan

Bagi Masyarakat: Penambahan kuota dan layanan keliling mempercepat proses penerbitan paspor, mengurangi antrean yang berlarut‑lutur. Pembagian makanan dan kegiatan olahraga menambah nilai humanis pada layanan publik.

Bagi Media: Keterlibatan langsung dalam pengawasan memberikan ruang bagi wartawan untuk melakukan investigasi yang lebih mendalam, meningkatkan kredibilitas publikasi mereka.

Bagi Pemerintah: Sinergi antara imigrasi, bank sentral, dan pemerintah daerah menegaskan pendekatan terpadu dalam pelayanan publik. Pengawasan yang melibatkan media dapat menurunkan angka pelanggaran imigrasi.

Industri Pariwisata: Kemudahan memperoleh paspor memperlancar mobilitas wisatawan, yang pada gilirannya meningkatkan kunjungan ke destinasi regional seperti Malaysia dan Singapura.

Harapan Kedepan

Khairil Mirza menutup acara dengan harapan bahwa kolaborasi ini menjadi contoh bagi kantor imigrasi lain di Indonesia. “Kami mengundang pers untuk terus menjadi mitra pengawas yang kritis namun konstruktif. Bersama, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman, transparan, dan melayani kebutuhan warga,” tuturnya.

Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan pada Coffee Morning kali ini, diharapkan sinergi antara imigrasi, media, dan masyarakat terus terjalin, menjadikan Palembang contoh kota yang pro‑aktif dalam mengelola mobilitas warga asing serta melayani kebutuhan paspor warganya secara lebih manusiawi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup