Bupati Ipuk Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim di Banyuwangi
Latar Belakang Perayaan Asyura di Banyuwangi
Plat Merah – Pelaksanaan doa bersama dan santunan anak yatim di Masjid Babussalam, Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Kamis (25/6/2026), menjadi tradisi tahunan yang dimotori oleh Bupati Ipuk Fiestiandani. Acara ini dirangkaikan dengan memperingati 10 Muharram 1448 Hijriah, hari yang dianggap penting dalam Islam untuk memohon pengampunan dan keberkahan. Kegiatan serupa telah dilakukan selama empat tahun berturut-turut, dengan jumlah peserta dan jumlah anak yatim yang disantuni meningkat setiap tahunnya.
| Tahun | Jumlah Anak Yatim | Jumlah Peserta |
|---|---|---|
| 2022 | 150 | 200 |
| 2023 | 180 | 220 |
| 2024 | 200 | 250 |
| 2025 | 220 | 280 |
| 2026 | 250 | 300 |
Struktur Acara dan Peserta
Acara dimulai dengan tahlil yang dipimpin oleh KH Muhaimin Asmuni, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi. Selanjutnya, doa bersama diikuti oleh Bupati Ipuk, Wakil Bupati Mujiono, Sekretaris Daerah Suyanto Waspo Tondo, kepala OPD, dan ASN. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan berupa uang tunai, perlengkapan sekolah, dan bahan makanan kepada 250 anak yatim dari berbagai wilayah di Banyuwangi.
Pesan Bupati Ipuk: Kedermawanan dan Pelayanan Publik
Bupati Ipuk menekankan pentingnya memanfaatkan bulan Muharram sebagai momentum untuk meningkatkan amal ibadah, termasuk sedekah. “Bulan Muharram adalah bulan yang dimuliakan dalam Islam. Mari kita perbanyak sedekah agar hidup semakin berkah,” ujarnya. Ia juga mengajak ASN menjalankan tugas dengan keikhlasan dan menjadikan pelayanan masyarakat sebagai pengabdian.
- Memohon pengampunan dan keberkahan di hari Asyura
- Meningkatkan amal kebaikan, termasuk sedekah
- Menjalin kolaborasi untuk pembangunan Banyuwangi
Dampak dan Implikasi Kegiatan
Kegiatan ini berdampak positif pada tiga aspek utama:
- Kemanusiaan: Memberikan harapan dan dukungan emosional kepada anak yatim.
- Sosial: Memperkuat solidaritas masyarakat melalui partisipasi lintas sektor.
- Pemerintahan: Meningkatkan citra pemerintah sebagai lembaga yang peduli.
Pengembangan Program Sosial di Banyuwangi
Bupati Ipuk mengungkapkan rencana pengembangan program sosial jangka panjang, termasuk pembangunan rumah amal untuk anak yatim dan pelatihan keterampilan bagi remaja. “Kita ingin menciptakan solusi berkelanjutan, bukan hanya bantuan sesaat,” tambahnya.
Langkah ini sejalan dengan visi Banyuwangi untuk menjadi daerah dengan pelayanan publik terbaik di Jawa Timur. Dengan memadukan nilai religi dan kemanusiaan, pemerintah daerah berharap mampu menciptakan masyarakat yang lebih berdaya dan berkah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










