Ratusan Umat Hindu Gelar Piodalan di Pura Mandara Giri Semeru Agung: Kolaborasi TNI-Polri Jaga Keamanan Ibadah

Ratusan Umat Hindu Gelar Piodalan di Pura Mandara Giri Semeru Agung: Kolaborasi TNI-Polri Jaga Keamanan Ibadah

Latar Belakang dan Signifikansi Piodalan

Plat Merah – Piodalan adalah tradisi keagamaan Hindu yang dilakukan setiap 210 hari sebagai wujud ketaatan umat terhadap Dewa Siwa. Upacara ini dianggap sebagai bentuk perwujudan rasa syukur dan doa untuk kesejahteraan masyarakat. Pura Mandara Giri Semeru Agung di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, menjadi salah satu kompleks paling megah di Pulau Jawa untuk pelaksanaan piodalan.

Kronologi Pelaksanaan Piodalan 27 Juni 2026

TanggalKegiatanDetails
26 Juni 2026PersiapanPanitia memasang tumpeng, bendera merah putih, dan alat ritual. Personel TNI-Polri melakukan pengecekan lokasi.
05.00 WIBAwal IbadahRibuan umat berkumpul di halaman pura. TNI-Polri mengatur lalu lintas dan membantu jamaah.
07.30 WIBProsesi UtamaUpacara meliputi melukat (mandi suci), melasti, dan doa bersama. Jamaah mengenakan pakaian adat.
12.00 WIBAkhir AcaraSelesai ibadah, jamaah berfoto di kompleks pura yang diawasi personel keamanan.

Keterlibatan TNI-Polri: Sinergi Kemanan di Era Disrupsi

Pengamanan kali ini melibatkan 10 personel gabungan dari Koramil 0821-03 Senduro dan Polsek Senduro. Serka Wawan menjelaskan bahwa sinergi ini mencerminkan komitmen TNI-Polri untuk menjaga stabilitas sosial. “Keterlibatan kami tidak sekadar fisik, tapi juga membangun kepercayaan masyarakat melalui pendekatan humanis,” ujarnya.

Dampak Sosial dan Budaya

  • Menjaga Tradisi: Piodalan mempertahankan ritual Hindu yang terancam punah akibat modernisasi.
  • Meningkatkan Wisata Religi: Kegiatan ini menarik wisatawan lokal dan internasional untuk menikmati budaya Jawa.
  • Menjaga Kerukunan: Kolaborasi keamanan dari berbagai agama menunjukkan toleransi di Indonesia.

Analisis Data dan Perbandingan

Indikator202320252026
Jumlah Jamaah350390400
Jumlah Personel Keamanan8910
Dana PanitiaRp 250 jutaRp 300 jutaRp 320 juta

Implikasi Kebijakan

Pelaksanaan ini menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah dalam memfasilitasi kegiatan keagamaan. Rekomendasi untuk tahun mendatang:

  1. Meningkatkan anggaran promosi budaya untuk menarik lebih banyak wisatawan.
  2. Menambah jumlah personel keamanan untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah jamaah.
  3. Mengembangkan infrastruktur akses menuju kompleks pura.

Kesejahteraan Umat dan Kedamaian

Seorang jamaah, Ibu Sri Widyastuti (55 tahun), mengungkapkan, “Kami merasa nyaman karena TNI-Polri membantu mengangkat anak kecil dan mengatur arus jamaah. Ini bukti bahwa negara hadir untuk melindungi hak setiap warga.”

Kelancaran piodalan kali ini menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai luhur Pancasila—persatuan dalam keberagaman—terwujud dalam praktek sehari-hari. Dengan kerja sama yang solid, tradisi Hindu dapat dilestarikan sambil menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh peserta.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup