Sekda Palembang Hadiri Penutupan GEMES IX 2026 di Medan, Persiapan Rakernas APEKSI XVIII Menjelang Hari Jadi Medan
Pengantar: Sekda Palembang di Medan
Plat Merah – Aprizal Hasyim, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, hadir pada Selasa, 30 Juni 2026, untuk menghadiri gala dinner sekaligus penutupan Gelar Melayu Serumpun (GEMES) IX yang dilaksanakan di Lapangan Merdeka, Medan. Kedatangan Aprizal bukan sekadar seremonial; ia menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang akan digelar keesokan harinya, tepat bertepatan dengan perayaan Hari Jadi Kota Medan.
Latar Belakang GEMES IX dan Signifikansinya
GEMES merupakan inisiatif tahunan yang digulirkan sejak 2018 oleh Kementerian Pariwisata bersama pemerintah daerah di wilayah Nusantara. Tujuannya adalah melestarikan warisan budaya Melayu, mempererat jaringan kerjasama antardaerah, serta meningkatkan daya tarik wisata budaya. Edisi ke‑9 ini mengusung tema “Melayu Bersatu, Budaya Berkembang” dan melibatkan lebih dari 90 wali kota serta pejabat tinggi pemerintahan dari 30 provinsi.
Acara penutupan menampilkan pertunjukan orkes Melayu, tarian tradisional, serta pameran kerajinan tangan yang menonjolkan kekayaan budaya Sumatera Utara. Seluruh rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi hiburan, melainkan platform pertukaran pengetahuan tentang pengelolaan budaya dan pariwisata berkelanjutan.
Peran Sekda Palembang dalam Dialog Nasional
Aprizal Hasyim menekankan bahwa kehadiran para kepala daerah, termasuk dirinya, menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi lintas wilayah. “Kita dapat belajar langsung dari praktik terbaik kota‑kota lain, terutama dalam pengembangan infrastruktur, pelayanan publik, dan pelestarian budaya,” ujarnya dalam sambutan singkatnya.
Secara khusus, Aprizal menyoroti tiga bidang yang menjadi fokus Palembang ke depan:
- Peningkatan jaringan transportasi air dan darat yang menghubungkan pusat kota dengan kawasan pinggiran.
- Pengembangan destinasi wisata berbasis budaya, termasuk revitalisasi kawasan bersejarah di sekitar Sungai Musi.
- Implementasi sistem e‑governance untuk meningkatkan transparansi layanan publik.
Penutupan GEMES IX: Sorotan Acara
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi menutup GEMES IX dengan pidato yang menekankan dukungan Kementerian Pariwisata serta pentingnya kolaborasi antarkota. Ia juga mengundang seluruh wali kota untuk berpartisipasi aktif dalam Rakernas XVIII APEKSI yang mengusung tema Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat.
Acara penutupan dilengkapi dengan pertunjukan musik orkes Melayu, penampilan grup tari Saman Aceh, serta demonstrasi kuliner khas Medan seperti Bika Ambon dan Sate Padang. Seluruh momen tersebut direkam dan disiarkan secara live streaming, menjangkau lebih dari 500 ribu penonton daring.
Rakernas APEKSI XVIII: Agenda dan Harapan
Rakernas XVIII APEKSI dijadwalkan berlangsung pada 1‑2 Juli 2026 di Hotel Grand Mercure, Medan. Berikut tabel agenda utama:
| Hari | Waktu | Kegiatan |
|---|---|---|
| Jumat | 08:00‑10:00 | Pleno Pembukaan & Sambutan Gubernur Sumatera Utara |
| Jumat | 10:30‑12:00 | Sesi I: Inovasi Infrastruktur Kota Tangguh |
| Jumat | 13:30‑15:00 | Sesi II: Penguatan Keamanan dan Penanggulangan Bencana |
| Sabtu | 08:00‑09:30 | Workshop: E‑governance & Pelayanan Publik Digital |
| Sabtu | 10:00‑12:00 | Forum Diskusi: Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan |
| Sabtu | 13:30‑15:30 | Pleno Penutupan & Pengumuman Rencana Aksi Nasional |
Selama dua hari, lebih dari 2.300 peserta diharapkan hadir, termasuk gubernur, wali kota, dan perwakilan lembaga swadaya masyarakat.
Dampak bagi Palembang dan Kota-kota Lain
Partisipasi dalam GEMES IX dan Rakernas APEKSI membuka peluang strategis bagi Palembang dalam beberapa aspek:
- Kolaborasi Budaya: Pertukaran program pelestarian budaya Melayu dapat memperkaya agenda kebudayaan Palembang, terutama dalam festival Mahaputra yang akan datang.
- Investasi Infrastruktur: Diskusi tentang kota tangguh memberi insight tentang penerapan sistem drainase berbasis nature‑based solution, yang relevan untuk mengatasi banjir Musi.
- Digitalisasi Layanan: Workshop e‑governance memungkinkan Palembang mengadopsi platform integrasi data kependudukan, mempercepat proses perizinan.
Selain manfaat internal, kehadiran Sekda Palembang juga memperkuat citra Sumatera Selatan sebagai kontributor aktif dalam forum nasional, yang berpotensi menarik investasi luar negeri.
Analisis Tantangan dan Peluang
Meski antusiasme tinggi, terdapat beberapa tantangan yang perlu dihadapi kota‑kota peserta:
- Keselarasan Kebijakan: Berbagai regulasi daerah masih bersifat silo, sehingga koordinasi lintas sektor menjadi krusial.
- Pembiayaan Proyek: Implementasi infrastruktur berkelanjutan memerlukan skema pembiayaan inovatif, seperti public‑private partnership (PPP).
- Kesiapan SDM: Transformasi digital menuntut peningkatan kapasitas aparatur melalui pelatihan berkelanjutan.
Namun, peluang yang muncul tidak kalah signifikan. Penguatan jaringan antar‑kota dapat menghasilkan “kota‑kota adopsi” yang saling meminjam praktik terbaik, mempercepat pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) pada tingkat lokal.
Penutup: Momentum untuk Kota Tangguh
Penutupan GEMES IX di Medan sekaligus persiapan Rakernas APEKSI XVIII menandai titik balik bagi pemerintahan daerah di Indonesia. Bagi Palembang, kehadiran Sekda Aprizal Hasyim bukan sekadar simbolik; ia menjadi jembatan pengetahuan yang dapat diimplementasikan dalam kebijakan kota. Dengan tema Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat, diharapkan sinergi antarkota akan menghasilkan inovasi yang menjawab tantangan perubahan iklim, pertumbuhan ekonomi, dan pelayanan publik yang lebih inklusif. Indonesia kini berada pada persimpangan penting, di mana kolaborasi regional menjadi kunci untuk mewujudkan kota‑kota yang kuat, berdaya saing, dan berdaulat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







