Perak Antam Melonjak Rp600, Jadi Alternatif Investasi di Tengah Gejolak Pasar
Plat Merah – Harga perak batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatat kenaikan signifikan pada Kamis, 2 Juli 2026. Logam mulia berkilau ini melonjak sebesar Rp600 per gram, dari Rp39.200 menjadi Rp39.800 per gram. Kenaikan ini menarik perhatian para investor yang mencari alternatif investasi di tengah ketidakpastian pasar global.
Perak, yang dikenal memiliki konduktivitas listrik dan termal tertinggi di antara semua logam, tidak hanya digunakan sebagai perhiasan tetapi juga memiliki peran penting dalam industri teknologi, medis, dan energi terbarukan. Sifatnya yang lunak dan mudah dibentuk membuat perak menjadi bahan baku utama dalam pembuatan panel surya, komponen elektronik, dan peralatan medis. Dengan demikian, pergerakan harga perak tidak hanya dipengaruhi oleh permintaan investasi, tetapi juga oleh kebutuhan industri.
Sementara itu, di Malaysia, sejumlah peristiwa menarik terjadi di wilayah yang namanya sama dengan logam mulia ini. Di Ipoh, Perak, seorang pekerja pabrik berusia 23 tahun selamat setelah jatuh dari ketinggian 30 kaki di pabrik semen. Insiden tersebut terjadi pada 3 Juli 2026 dan berakhir dengan luka ringan berkat respons cepat tim pemadam kebakaran yang menerapkan konsep SAVER. Di George Town, kebakaran hebat meludeskan empat ruko di Jalan Perak pada 2 Juli 2026, menghanguskan 16 unit usaha dan menimbulkan kerugian besar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Di sektor infrastruktur, konsorsium Jati Tinggi Holding Sdn Bhd dan MFB Geotech Sdn Bhd memenangkan kontrak senilai RM27,5 juta untuk pekerjaan perbaikan bendungan di Sungai Perak. Proyek ini bertujuan meningkatkan integritas struktural bendungan dan keandalan operasional pembangkit listrik tenaga air di Perak. Kontrak ini diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan perusahaan dalam jangka panjang.
Kembali ke logam mulia, perak Antam yang telah tersertifikasi London Bullion Market Association (LBMA) menjamin kemurnian dan kemudahan diperdagangkan secara internasional. Kenaikan harga perak kali ini sejalan dengan tren global di mana perak sering dianggap sebagai safe haven yang lebih terjangkau dibanding emas. Para analis memperkirakan bahwa permintaan perak akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan industri teknologi hijau dan elektrifikasi.
Sebagai kesimpulan, perak menawarkan peluang investasi yang menarik dengan harga yang masih relatif lebih rendah dibanding emas. Dengan sertifikasi internasional dan peran strategisnya di berbagai sektor, perak layak dipertimbangkan sebagai bagian dari portofolio investasi. Namun, investor tetap perlu mencermati fluktuasi pasar dan faktor fundamental yang memengaruhi harga logam mulia ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.





