Kemenko Pangan Pastikan Stok Pangan Banyuwangi Aman, Harga Komoditas Terkendali
Latar Belakang Pemantauan Kemenko Pangan
Plat Merah – Kunjungan Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) ke Pasar Rogojampi, Banyuwangi, dilakukan dalam rangka memastikan kelancaran distribusi dan stabilitas harga bahan kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Lebaran 2026. Pasar Rogojampi dipilih sebagai titik pemantauan karena merupakan salah satu pasar induk terbesar di Jawa Timur yang melayani sekitar 50.000 konsumen per hari.
Kondisi Pasar: Harga dan Stok Terkendali
| Komoditas | Harga Konsumen (Rp) | Fluktuasi 3 Bulan Terakhir |
| Beras IR-64 | 12.500/kg | Stabil (-0,8%) |
| Telur Ayam | 23.000/kg | Rebound (+5,2%) |
| Daging Sapi Campuran | 140.000/kg | Naik 2,5% dari Maret 2026 |
| Ayam Potong | 28.000/kg (normal), 34.000/kg (MBG) | Varian tergantung permintaan |
Faktor Stabilitas Harga
- Program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) oleh Perum Bulog berhasil memberi penawaran beras murah
- Rendahnya inflasi komoditas global akibat surplus produksi di Asia Tenggara
- Kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang memitigasi biaya distribusi
- Produksi padi Banyuwangi yang surplus 12% dibanding periode yang sama tahun lalu
Analisis Data Produksi Padi
| Indikator | Januari-Juni 2026 | Januari-Juni 2025 |
| Produksi Gabah (Ton) | 377.952 | 336.275 |
| Luas Panen (Ha) | 57.015 | 54.322 |
| Produktivitas (Ton/Ha) | 6,63 | 6,19 |
Implikasi Positif untuk Masyarakat
- SPHP Perum Bulog (2 ton/minggu) memenuhi kebutuhan 80% konsumen setia
- Stok beras di pedagang mencapai 5-6 ton, cukup untuk 3-6 bulan
- Tingkat kecukupan pangan Banyuwangi mencapai 135% dari kebutuhan dasar
- Penurunan ketergantungan pada impor bahan pangan sebesar 18% dibanding 2025
Tantangan Global yang Dihadapi
Kepala Asisten Deputi Stabilisasi Harga Pangan Siradj Parwito menyebutkan bahwa kenaikan harga plastik kemasan mencapai 35% akibat:
- Perang Rusia-Ukraina yang mengganggu pasokan bahan baku
- Kenaikan harga minyak mentah global (82 USD/barrel Juli 2026)
- Regulasi ketat impor plastik dari Uni Eropa sejak Mei 2026
Pengaruh Kebijakan Pemerintah
- Program MBG (Makan Bergizi Gratis) di sekolah menyerap 15% ayam potong
- Penyederhanaan proses izin usaha perdagangan (PP No. 27/2026) mempercepat distribusi
- Dana penguatan kapasitas petani (200 miliar rupiah/Tahun) meningkatkan produktivitas
Kronologi Pemantauan Kemenko Pangan
- 05 Juli 2026: Pemantauan langsung di Pasar Rogojampi
- 06 Juli 2026: Rapat evaluasi bersama Perum Bulog dan Dinas Pertanian
- 07 Juli 2026: Rencana survei lanjutan ke Pasar Blimbingsari dan Pasar Genteng
Tingkat kepuasan masyarakat terhadap ketersediaan pangan Banyuwangi mencapai 92% berdasarkan survei Kemenko Pangan 2026. Namun, tantangan geopolitik dan dinamika permintaan menjelang Lebaran tetap menjadi fokus pemantauan. Upaya sinergi antara pemerintah daerah dan Bulog diharapkan dapat menjaga Banyuwangi sebagai lumbung pangan Jatim sekaligus contoh manajemen distribusi pangan nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.








