Polrestabes Palembang Rayakan Hari Bhayangkara ke-80 dengan Doa Bersama dan Kue bagi Tahanan: Momentum Kemanusiaan dalam Tugas Kepolisian

Polrestabes Palembang Rayakan Hari Bhayangkara ke-80 dengan Doa Bersama dan Kue bagi Tahanan: Momentum Kemanusiaan dalam Tugas Kepolisian

Plat Merah – Polrestabes Palembang memilih pendekatan humanis yang berbeda dalam merayakan Hari Bhayangkara ke-80. Pada 17 Februari 2026, Kapolrestabes Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan memimpin acara doa bersama dan pembagian kue kepada 150 tahanan di Gedung Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti). Acara yang berlangsung pukul 15.00 WIB ini menjadi simbol kebersamaan antara institusi kepolisian dengan masyarakat yang sedang menjalani proses hukum.

Rangkaian Kegiatan dan Implementasi Program Presisi

Acara dimulai dengan pembacaan doa bersama sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan Polri selama 80 tahun. Sebagai bagian dari Program Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan), kegiatan ini menekankan keseimbangan antara penegakan hukum dengan pendekatan humanis. Kombes Pol Sonny menyatakan bahwa tahanan tetap berhak diperlakukan secara manusiawi meski sedang menjalani proses hukum.

Waktu Agenda Keterangan
14.30-15.00 Persiapan Pengaturan tahanan dan jajaran petugas
15.00-15.30 Doa Bersama Dipimpin langsung Kapolrestabes
15.30-16.00 Pemotongan Kue Dibagikan kepada seluruh tahanan

Nilai Kemanusiaan dalam Tugas Kepolisian

Momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya memupuk kesadaran hukum tahanan. Melalui pembinaan psikologis dan sosial, Polri berharap tahanan dapat mempersiapkan diri kembali menjadi warga negara yang produktif. Kombes Pol Sonny menekankan bahwa ruang tahanan harus menjadi sarana transformasi, bukan sekadar tempat penahanan.

  • Program Presisi diimplementasikan secara konsisten di seluruh jajaran Polri
  • 150 tahanan menerima kue sebagai simbol kepedulian
  • Kegiatan serupa dilakukan di 12 daerah di Sumatera Selatan

Dampak Sosial dan Implikasi Kebijakan

Perayaan ini mencerminkan perubahan paradigma Polri dari pendekatan represif ke preventif. Dalam wawancara eksklusif dengan Sumselupdate.com, Kombes Pol Sonny menyatakan, “Kita ingin tahanan merasakan bahwa Polri adalah mitra, bukan penghalang.” Pengamat hukum dari Universitas Sriwijaya, Dr. Dian Putri, menilai inisiatif ini berpotensi mengurangi angka kriminalitas berulang di Sumsel.

Kronologi Perayaan

  1. 14.30 WIB: Tahanan dihimpun di aula gedung Sat Tahti
  2. 15.00 WIB: Doa bersama dipimpin Kapolrestabes
  3. 15.30 WIB: Pemotongan kue dengan simbol kebersamaan
  4. 16.00 WIB: Penyampaian motivasi oleh Kombes Pol Sonny

Menurut data Polri, 67% dari 1.200 tahanan yang dibina sejak 2023 menunjukkan peningkatan disiplin. Kegiatan ini juga berdampak positif pada kinerja layanan publik Polri di Sumsel, dengan peningkatan 23% kepuasan masyarakat dalam survei terbaru.

Dengan merayakan Hari Bhayangkara ke-80 secara humanis, Polrestabes Palembang menetapkan standar baru dalam membangun kepercayaan publik. Langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan keadilan dan kemanusiaan dalam sistem hukum nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup