BPBD Kota Madiun Latih 75 Peserta Keahlian Penyelamatan di Air
Latar Belakang Pelatihan
Plat Merah – Kota Madiun, sebuah kota industri di Jawa Timur dengan rentetan risiko hidrometeorologi, baru saja menyelesaikan pelatihan water rescue intensif selama dua hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun menggandeng Basarnas Jatim untuk melatih 75 personel lintas sektor. Pelatihan ini terjadi di tengah tren peningkatan kejadian banjir di Jatim, yang naik 27% sejak 2020 menurut data BNPB.
Struktur dan Materi Pelatihan
Pelatihan terbagi menjadi dua fase:
- Hari 1: Teori dasar water rescue, teknik evakuasi korban, dan penggunaan peralatan standar
- Hari 2: Praktik di Embung Pilangbango dengan simulasi penyelamatan di perairan yang ditetapkan sebagai area latihan nasional
Instruktur dari Basarnas Jatim memimpin praktik langsung pengoperasian perahu karet, teknik penyelaman darurat, dan penanganan korban cedera. Peserta diwajibkan mengenakan pelampung standar sesuai SOP yang ditetapkan BNPB.
Profil Peserta Pelatihan
| Instansi | Jumlah Peserta |
|---|---|
| BPBD Kota Madiun | 25 |
| Dinas Pekerjaan Umum | 10 |
| Dinas Kesehatan | 8 |
| Dinas Perhubungan | 7 |
| Kecamatan & Kelurahan | 25 |
Dampak dan Implikasi
Kepala Pelaksana BPBD, Muhammad Yusuf Asmadi, menekankan pentingnya koordinasi lintas OPD. “Dengan pelatihan ini, kami membangun sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi. Kota Madiun rentan banjir di musim hujan, terutama di wilayah sungai Brantas,” ujarnya. Simulasi ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut musim hujan tahunan yang diprediksi BNPB akan lebih intens pada 2026-2027.
Analisis Kesiapsiagaan
- Penyelamatan korban banjir terjadi dalam 30 menit pertama kejadian, sesuai prinsip “golden hour”
- Kota Madiun memiliki 42 titik rawan banjir berdasarkan peta risiko BNPB 2025
- Anggaran penanggulangan bencana Kota Madiun naik 18% di 2026 dibanding tahun sebelumnya
Perspektif Peserta
Insan Permata, staf Dinas Lingkungan Hidup, mengaku lebih percaya diri setelah mengikuti pelatihan. “Saya sekarang bisa mengoperasikan perahu karet standar Basarnas dan memahami teknik evakuasi korban secara aman. Ini penting karena DLH sering kali menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana lingkungan,” ujarnya. Peserta lain mengapresiasi simulasi nyata yang dilakukan di Embung Pilangbango, lokasi yang dipilih karena representasi alamnya yang mirip dengan situasi darurat sesungguhnya.
Kronologi Kegiatan
- 09.00 WIB – Pembukaan acara oleh Wakil Wali Kota Madiun
- 10.00-12.00 WIB – Teori water rescue oleh instruktur Basarnas
- 13.00-15.00 WIB – Simulasi pengoperasian perahu karet
- 15.30-17.00 WIB – Praktik penyelamatan korban di air
- 09.00-11.00 WIB – Evaluasi kemampuan peserta
- 14.00 WIB – Penutupan dengan pemberian sertifikat
BPBD Kota Madiun juga mencatatkan ini sebagai pelatihan kedua tahun ini, setelah sebelumnya menggelar pelatihan vertical rescue pada Februari 2026. Rencananya, pada November akan diselenggarakan pelatihan khusus penanganan bencana gempa bumi.
Langkah ini sejalan dengan Program Nasional Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana yang dicanangkan pemerintah pusat. Dengan meningkatkan kompetensi tenaga penanggulangan bencana, Kota Madiun berupaya mengurangi angka korban jiwa akibat bencana, yang rata-rata mencapai 12% dari total kejadian bencana di Jawa Timur.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












