Pengamat: Indonesia Butuh Lebih Banyak Kapal Fregat Serbaguna untuk Hadapi Ancaman Multidimensi

PlatMerah.com – Indonesia menghadapi ancaman multidimensi yang semakin kompleks di kawasan Indo-Pasifik. Untuk merespons hal ini, keberadaan kapal fregat serbaguna seperti Pattugliatore Polivalente d’Altura (PPA) Kelas Brawijaya menjadi sangat penting dalam memperkuat pertahanan laut nasional.

Kapal fregat serbaguna ini, yang di antaranya adalah KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, memiliki kemampuan untuk menjaga wilayah laut Indonesia yang luas sekaligus mempertahankan wilayah udara. Dengan panjang 143 meter dan awak sebanyak 160 prajurit, kapal ini merupakan fregat terbesar di Asia Tenggara dan dilengkapi dengan radar jangkauan tinggi serta persenjataan canggih, termasuk rudal yang kini tengah disiapkan seperti rudal Aster.

Kebutuhan Strategis Kapal Fregat Serbaguna

Laksamana Muda TNI (Purn) Agung Pramono menekankan bahwa pengadaan kapal fregat serbaguna merupakan momentum penting dalam transformasi armada TNI AL. Indonesia yang memiliki wilayah laut sangat luas, terutama Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), memerlukan alat utama sistem persenjataan yang dapat menjawab beragam ancaman, mulai dari kapal permukaan, kapal selam, pesawat tempur, rudal jarak jauh, hingga drone.

Menurut Agung, pengendalian dan pengawasan ZEE menjadi prioritas utama yang harus dikuasai. Kapal fregat serbaguna berukuran antara 3.500 hingga 6.000 ton seperti PPA Kelas Brawijaya dinilai efektif untuk mengimplementasikan strategi anti-access, yang mencegah pihak lain memasuki wilayah yurisdiksi Indonesia tanpa terdeteksi dan dapat direspons dengan cepat.

Peran Kapal PPA dalam Pertahanan Indonesia

Pengamat pertahanan Marapi, Alman Helvas Ali, menilai kehadiran kapal PPA sudah tepat dan mampu menjawab kebutuhan pertahanan laut dan udara Indonesia. Selama ini, fokus pertahanan laut Indonesia lebih banyak pada fungsi penegakan hukum dan pengawasan wilayah teritorial, yang membuat kemampuan pertahanan udara jarak menengah belum menjadi prioritas. Kapal PPA dengan persenjataan lengkap, termasuk rudal antiudara, dapat mengatasi kekurangan tersebut.

KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321 yang baru saja tiba dari Italia telah memperkuat jajaran Satuan Kapal Eskorta Koarmada II di Surabaya. Dengan dilengkapi senjata dan teknologi mutakhir, kapal ini dapat meningkatkan kemampuan TNI AL dalam mengantisipasi berbagai ancaman modern.

Latihan dan Modernisasi Alutsista

Sebagai bagian dari penguatan pertahanan, TNI AL juga melakukan latihan gabungan yang melibatkan berbagai matra, termasuk penggunaan rudal C-705 dari KRI Sampari-628 dan pengoperasian Unmanned Surface Vehicle (USV) atau drone laut. Latihan ini mensimulasikan operasi gabungan menghadapi ancaman modern dengan kekuatan darat, laut, udara, dan peperangan siber.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin turut mendukung penguatan Korps Marinir dan alutsista laut melalui penganugerahan Brevet Kehormatan Korps Marinir. Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam membangun kekuatan pertahanan yang profesional, tangguh, dan modern.

Dengan pengadaan dan pengembangan kapal fregat serbaguna serta peningkatan kemampuan tempur dan teknologi, Indonesia semakin siap menghadapi ancaman multidimensi yang berkembang pesat, menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah laut Indonesia secara efektif.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup