Kesaksian Korban Kebakaran KM Sentosa 2 soal Sumber Api Truk Pembawa Plastik
PlatMerah.com, Sumenep – Kebakaran yang terjadi pada kapal KM Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, pada Minggu (28/8/2026) diduga berasal dari korsleting listrik pada sebuah truk yang mengangkut bahan plastik. Informasi ini didapat dari kesaksian salah satu korban yang berada di lokasi kejadian saat api mulai menyambar.
Fakta Utama Kebakaran KM Sentosa 2
Menurut saksi, truk yang membawa bahan plastik mengalami korsleting sehingga memicu kebakaran. Api kemudian menyambar bahan plastik dan truk tersebut, yang berkontribusi pada meluasnya kebakaran di kapal.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengonfirmasi bahwa KM Mutiara Sentosa 2 mengangkut sekitar 250 orang pada saat insiden terjadi. Informasi ini diperoleh dari PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), operator kapal tersebut.
Proses Evakuasi dan Kondisi Penumpang
Sejumlah penumpang segera melakukan evakuasi setelah kebakaran terjadi. Beruntung, kondisi korban yang memberikan kesaksian tersebut selamat dari insiden ini. Tim SAR dan Basarnas segera melakukan penanganan di lokasi untuk membantu evakuasi dan pemadaman kebakaran.
Konteks dan Pentingnya Informasi
Kebakaran kapal dengan jumlah penumpang yang cukup banyak menimbulkan potensi risiko yang tinggi terhadap keselamatan jiwa. Mengetahui sumber api sangat penting untuk investigasi lebih lanjut serta untuk meningkatkan prosedur keselamatan di kapal-kapal penumpang di masa mendatang.
Truk yang mengangkut bahan plastik rawan menjadi sumber api karena sifat bahan plastik yang mudah terbakar dan dapat mempercepat penyebaran api. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap muatan yang dibawa kapal serta instalasi listrik yang aman di dalam kapal.
Dampak dan Tindak Lanjut
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. PT Atosim Lampung Pelayaran dan tim SAR terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan dan penanganan korban secara optimal.
Kejadian ini juga mendorong evaluasi prosedur keselamatan dan penanganan darurat di kapal penumpang yang melintasi jalur Surabaya-Makasar agar kejadian serupa tidak terulang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













