Layani Lebih 5 Juta Pelanggan, Stasiun Manggarai Disiapkan Buat Konektivitas Transportasi Jakarta
PlatMerah.com, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan Stasiun Manggarai sebagai pusat konektivitas transportasi publik di Jakarta. Stasiun ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai moda angkutan, seperti KRL Commuter Line, Commuter Line Bandara, TransJakarta, Terminal Manggarai, serta LRT Jakarta, guna meningkatkan pelayanan bagi lebih dari 5 juta pelanggan setiap tahunnya.
Peran Strategis Stasiun Manggarai
Stasiun Manggarai memiliki peran penting dalam sistem transportasi publik Jakarta. Dengan aktivitas mencapai sekitar 162 ribu pergerakan pelanggan setiap hari dan 700 hingga 750 perjalanan kereta api, stasiun ini menjadi titik utama perpindahan dan mobilitas masyarakat Jakarta dan wilayah aglomerasi sekitarnya.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa fokus pengembangan Stasiun Manggarai adalah memudahkan perpindahan antarmoda, meningkatkan efisiensi perjalanan, serta memperbaiki akses menuju kawasan sekitar stasiun.
Integrasi Moda Transportasi
Kawasan Stasiun Manggarai dirancang dengan konsep pengembangan yang mengedepankan konektivitas antarmoda, jalur pedestrian yang nyaman, ruang publik yang fungsional, dan penataan perkotaan yang terintegrasi. Hal ini menjadi penting untuk melayani kebutuhan perjalanan masyarakat yang semakin meningkat setiap tahun.
Data KAI menunjukkan jumlah penumpang kereta rel listrik (KRL) yang melakukan gate in di Stasiun Manggarai meningkat dari 5.142.739 pelanggan pada 2023 menjadi 5.575.711 pelanggan pada 2024. Pada tahun 2025, jumlah pelanggan tercatat sekitar 5.456.309, dan selama periode Januari hingga Juni 2026 telah mencapai 2.716.932 pelanggan.
Selain itu, layanan Commuter Line Bandara yang terintegrasi di Stasiun Manggarai juga melayani banyak pelanggan, dengan jumlah mencapai 1.970.531 pada 2023 dan meningkat menjadi 2.242.536 pada 2024. Pada 2025, layanan ini melayani 2.346.934 pelanggan, dan pada Januari hingga Juni 2026, Stasiun Manggarai mencatat 230.314 pelanggan Commuter Line Bandara.
Pengembangan LRT Jakarta Fase 1B
Penguatan konektivitas di Stasiun Manggarai juga didukung oleh pengembangan LRT Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Velodrome dan Manggarai. Lintas ini memiliki panjang sekitar 6,4 kilometer dengan lima stasiun, termasuk Stasiun Manggarai.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan peninjauan kesiapan operasional lintas LRT ini pada Juli 2026 sebagai bagian dari persiapan pengoperasiannya, yang akan semakin memperkuat konektivitas transportasi publik di kawasan Manggarai dan sekitarnya.
Dampak dan Prospek Konektivitas
Peningkatan konektivitas di Stasiun Manggarai diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan perpindahan moda transportasi. Hal ini akan mendukung efisiensi perjalanan, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas layanan transportasi publik di Jakarta.
Kawasan Manggarai tidak hanya menjadi titik perpindahan perjalanan, tetapi juga berpotensi berkembang sebagai pusat layanan transportasi yang terintegrasi dan ruang publik yang berfungsi sebagai bagian dari penataan kota yang lebih baik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










