969 Hektare Lahan di Kota Banjarbaru Terbakar, Kabut Asap Mengepul
PlatMerah.com, Banjarbaru – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, telah melanda area seluas 969 hektare hingga Kamis, 20 Agustus 2026. Kebakaran ini menyebabkan kabut asap pekat yang mengganggu aktivitas dan kualitas udara di wilayah tersebut.
Fakta Utama Karhutla di Banjarbaru
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, wilayah yang paling terdampak adalah Kecamatan Landasan Ulin, diikuti oleh Kecamatan Cempaka dan Kecamatan Liang Anggang. Lahan yang terbakar merupakan lahan semi gambut dan gambut, yang cenderung mudah terbakar dan sulit dipadamkan.
Dampak Kabut Asap terhadap Kesehatan dan Aktivitas Warga
Kepala BPBD Kota Banjarbaru, Zaini, menjelaskan bahwa kabut asap yang dihasilkan dari kebakaran ini sangat pekat terutama di pagi hari. Kondisi tersebut berdampak buruk pada kualitas udara yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan membatasi jarak pandang. Hal ini mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.
Kendala dalam Penanggulangan Karhutla
Petugas pemadam menghadapi kendala dalam mengakses sumber air di lokasi kebakaran yang mulai menipis. Oleh karena itu, mereka sangat bergantung pada tangki air yang dibawa ke lokasi. Kondisi ini mempersulit upaya pemadaman api secara efektif.
Imbauan kepada Masyarakat
BPBD Kota Banjarbaru mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak. Jika harus keluar rumah, warga disarankan menggunakan masker untuk mengurangi risiko terpapar asap yang berbahaya bagi kesehatan.
Konteks dan Pentingnya Penanganan Karhutla
Kebakaran hutan dan lahan merupakan masalah yang kerap terjadi di Kalimantan Selatan dan berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat serta lingkungan. Penanganan yang cepat dan efektif sangat penting untuk meminimalkan kerusakan lahan dan dampak kabut asap yang membahayakan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










