Nyasar di Jalur Banaran, Pendaki SMK 17 Tahun Ditemukan Tewas di Gunung Sumbing
PlatMerah.com, Karanganyar – Dude Kurniawan Pasha, pelajar SMK berusia 17 tahun asal Colomadu, Karanganyar, ditemukan meninggal dunia setelah tersesat saat mendaki Gunung Sumbing melalui jalur Banaran. Korban terpisah dari dua rekannya dalam perjalanan turun dari puncak dan tidak kembali ke basecamp.
Fakta Utama
Dude Kurniawan Pasha bersama dua rekannya, Fatahilah dan Rangga Dwi Arianto, ketiganya pelajar SMK yang berdomisili di Colomadu, memulai pendakian dari Basecamp Banaran pada Jumat malam, 21 Februari 2026. Mereka beristirahat sejenak di sabana sebelum melanjutkan pendakian menuju Puncak Sejati Gunung Sumbing.
Pada Sabtu pagi, 22 Februari, Rangga memutuskan turun lebih dulu dari sabana, sedangkan Dude dan Fatahilah melanjutkan ke puncak. Saat dalam perjalanan turun, Dude memilih jalur berbeda melalui tebing sisi utara dan akhirnya terpisah dari rekannya.
Kronologi Penemuan dan Evakuasi
Setelah Dude tidak kembali ke basecamp sesuai jadwal, laporan kehilangan segera disampaikan ke posko pendakian. Tim pencarian yang terdiri dari 10 personel dikerahkan untuk melakukan evakuasi. Pada Minggu pagi, 23 Februari, jenazah Dude ditemukan di sekitar kawasan Puncak Sejati dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Pos 4 jalur Banaran dan selanjutnya diangkut menggunakan ambulans ke RSUD Kabupaten Temanggung sebelum diserahkan kepada keluarga. Dude dimakamkan di Desa Gawanan, Colomadu, tepat di depan rumah duka.
Konteks dan Implikasi
Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi para pendaki untuk selalu menjaga komunikasi dan tidak mengambil jalur yang belum familiar, terutama di area yang berisiko tinggi seperti Gunung Sumbing. Jalur Banaran, meskipun populer, memiliki tantangan navigasi yang memerlukan persiapan dan kewaspadaan ekstra.
Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Sugiharjo, menegaskan pentingnya pendakian dengan protokol keselamatan yang ketat dan koordinasi yang baik antar anggota pendaki. Kejadian ini juga mengingatkan perlunya peningkatan fasilitas dan kesiapan tim SAR di wilayah pegunungan Jawa Tengah.
Dampak bagi Komunitas Pendaki dan Sekolah
Tragedi yang menimpa pelajar SMK ini turut memengaruhi komunitas pendaki dan sekolah asal korban. Sekolah dan keluarga diharapkan dapat memberikan dukungan psikologis bagi rekan dan keluarga korban. Selain itu, sekolah diharapkan dapat mengedukasi siswa mengenai prosedur pendakian yang aman dan risiko yang mungkin dihadapi.
Insiden ini juga menjadi bahan evaluasi bagi pengelola kawasan Gunung Sumbing dan instansi terkait untuk memperketat pengawasan jalur pendakian dan meningkatkan sosialisasi keselamatan pendakian.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











