Transjakarta Minta Maaf atas Gangguan Layanan di Halte Petukangan yang Membuat Penumpang Harus Jalan Kaki
PlatMerah.com, Jakarta – Transjakarta menyampaikan permohonan maaf atas gangguan layanan yang terjadi di Koridor 13, khususnya pada rute L13E, pada Rabu (28/8). Gangguan tersebut mengakibatkan sejumlah penumpang terpaksa berjalan kaki menuju Halte Petukangan Dx27MASIV karena antrean bus yang menumpuk.
Gangguan Layanan di Koridor 13
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa gangguan layanan terjadi akibat kendala teknis di area Halte Petukangan. Sebagai dampaknya, operasional Koridor 13, termasuk rute 13B dan L13E, mengalami pengalihan dan perpendekan rute sementara hingga Halte JORR.
“PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memohon maaf kepada seluruh pelanggan, khususnya koridor 13 atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujar Ayu dalam keterangannya.
Dampak bagi Penumpang
Kondisi gangguan membuat bus mengalami antrean panjang di Halte JORR. Sebagian penumpang memilih turun dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh sekitar 1,5 kilometer menuju Halte Petukangan Dx27MASIV. Salah satu penumpang, Nabilla Azzahra, mengungkapkan bahwa dirinya mendapat informasi dari petugas bahwa bus arah Puri Beta hanya berhenti di Halte JORR karena adanya bus mogok di area Petukangan.
“Jadi pulang kantor naik Transjakarta L13E, dari jalan atas bus hanya berhenti di CSW Velbak. Di Velbak, petugas menginformasikan bahwa semua bus arah Puri Beta hanya berhenti di Halte JORR karena ada bus mogok di daerah Petukangan,” kata Nabilla.
Setelah berjalan kaki, Nabilla melanjutkan perjalanan pulang menggunakan ojek online dari Halte Petukangan Dx27MASIV.
Status Terkini dan Penanganan
Ayu Wardhani memastikan bahwa gangguan tersebut telah berhasil diatasi dan layanan Transjakarta di Koridor 13 sudah kembali normal. Pengalihan rute dan perpendekan layanan yang dilakukan merupakan langkah antisipasi untuk mengatasi kendala teknis yang terjadi.
Pentingnya Penanganan Cepat
Gangguan layanan transportasi publik seperti ini berdampak langsung pada kenyamanan dan mobilitas penumpang sehari-hari, terutama yang mengandalkan Transjakarta sebagai moda transportasi utama. Penanganan cepat dan komunikasi yang jelas kepada penumpang menjadi kunci untuk meminimalkan ketidaknyamanan dan menjaga kepercayaan pengguna layanan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











