Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Perairan Selat Sunda
PlatMerah.com, Banten – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengerahkan kapal patroli untuk membantu pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda sejak 7 September 2026. Kelima jurnalis tersebut sedang dalam perjalanan meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di wilayah Banten.
Operasi Pencarian Melibatkan Berbagai Unsur
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Muhammad Mashyud, menyatakan bahwa Kemenhub bergabung dalam operasi pencarian bersama Basarnas, Kepolisian Perairan, dan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP). Selain itu, kapal patroli Kemenhub juga dikerahkan untuk memperkuat pencarian di perairan Selat Sunda.
“Kami ikut sama tim SAR, Basarnas, kemudian juga ada unsur-unsur dari Polairud dan KPLP, ikut mencari dengan kapal patroli kami,” kata Muhammad Mashyud.
Upaya Pencarian dan Hambatan di Lapangan
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menyampaikan bahwa pencarian terus dilakukan meskipun belum membuahkan hasil. Pemantauan visual menggunakan teropong belum menemukan tanda keberadaan jurnalis yang hilang. Tim SAR gabungan bersama nelayan lokal telah melakukan pencarian di sejumlah pulau sekitar Gunung Anak Krakatau.
Pencarian di Pulau Sertung belum dapat dilakukan karena kawasan tersebut masuk radius 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau, yang masih dinyatakan rawan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Basarnas memperluas pencarian dengan menggunakan drone yang dioperasikan dari kapal KN SAR Tetuka di Pulau Sangiang. Namun, pencarian terhambat karena wilayah tersebut masih tertutup asap vulkanik.
Perluasan Area Pencarian dan Dukungan TNI AL
Dalam pencarian hari ketiga, tim SAR memperluas area penyisiran dengan mempertimbangkan arah angin dan arus laut. Tiga kapal perang TNI Angkatan Laut yaitu KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861, juga dilibatkan untuk memperkuat operasi pencarian.
Identitas Jurnalis yang Hilang Kontak
Lima jurnalis yang hilang kontak adalah Muhammad Bagus Khoirunas (pewarta foto ANTARA), Arie Basuki (Merdeka.com), Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira (iNews), dan Daus (Anadolu). Selain mereka, terdapat tiga orang lain dalam rombongan, yaitu dua awak kapal dan seorang pemandu.
Kolaborasi Tim SAR dan Masyarakat Lokal
Operasi pencarian melibatkan berbagai pihak, termasuk Kemenhub, Basarnas, Kepolisian Perairan, KPLP, nelayan setempat, dan TNI AL. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat penemuan dan memastikan keselamatan para jurnalis yang hilang.
Situasi di sekitar Gunung Anak Krakatau yang masih aktif dan kondisi cuaca yang menantang menjadi kendala utama dalam operasi pencarian yang sedang berlangsung.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











