Pohon Tumbang di Jalan Semarang Tewaskan 2 Orang, Pemko Minta Maaf

Pohon Tumbang di Jalan Semarang Tewaskan 2 Orang, Pemko Minta Maaf

PlatMerah.com, Semarang – Pohon soga setinggi 15 meter tumbang di Jalan Pandanaran, Semarang, pada Jumat (19/9/2026) dan menimpa tiga pengendara sepeda motor, mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan permohonan maaf serta turut berduka cita atas musibah yang terjadi.

Respons Pemerintah Kota Semarang

Agustina memastikan Pemerintah Kota Semarang memberikan pendampingan penuh kepada korban dan keluarganya. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan terkait untuk penanganan lebih lanjut.

“Penanganan serta pendampingan bagi korban dan keluarga menjadi prioritas utama kami,” ujarnya.

Evaluasi dan Mitigasi Pohon Rawan

Menanggapi peristiwa ini, Wali Kota menginstruksikan jajaran Pemerintah Kota untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pohon-pohon rawan di seluruh wilayah Semarang. Pemerintah Kota berencana memperkuat langkah mitigasi dengan menggunakan teknologi tree scanning guna mendeteksi kondisi akar dan bagian dalam batang pohon yang tidak terlihat dari luar.

Agustina juga mengimbau masyarakat agar aktif melaporkan kondisi pohon yang dinilai membahayakan di lingkungan sekitar maupun ruas jalan.

“Penataan ruang hijau kota akan selalu berjalan seiring dengan perlindungan keselamatan warga,” tambahnya.

Penyebab Pohon Tumbang

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati, menjelaskan bahwa pohon tersebut tumbang karena struktur tanah di bawah pedestrian yang melemahkan sistem perakarannya. Kondisi ini tidak dapat terdeteksi melalui pengamatan visual biasa.

Menurut Pipik, pemeliharaan dan pemangkasan pohon di sepanjang Jalan Pandanaran telah dilakukan secara rutin, dengan pemangkasan terakhir pada 30 April 2026 sebagai upaya deteksi dini terhadap pohon berisiko.

Konteks dan Implikasi

Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kota Semarang dalam menjaga keselamatan warganya di ruang publik. Evaluasi dan penerapan teknologi baru dalam pemantauan pohon diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Selain itu, keterlibatan aktif masyarakat dalam pelaporan kondisi pohon berbahaya menjadi bagian penting dari strategi perlindungan keselamatan di lingkungan perkotaan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup