Dekranasda Inhil Promosikan UMKM di Makassar: Strategi Penguatan Ekonomi Kreatif dan Ekspor
Latar Belakang Kegiatan
Plat Merah – HUT ke-46 Dekranas di Makassar menjadi momentum strategis bagi Dekranasda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) untuk memperluas jaringan pemasaran produk UMKM. Acara yang berlangsung di Trans Studio Mall (TSM) pada 10 Juli 2026 menarik ribuan peserta dari 34 provinsi, mencerminkan dinamika ekonomi kreatif nasional. Keterlibatan Katerina Susanti Herman selaku Ketua Dekranasda Inhil dilengkapi kolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan, menunjukkan sinergi antarlembaga pemerintah dalam mendukung pemberdayaan perajin.
Portofolio Produk Unggulan
Stan Dekranasda Inhil menampilkan inovasi berikut:
- Wastra Tradisional: Kain songket dengan motif khas Riau menggunakan benang emas 24 karat
- Kriya Kayu: Furnitur minimalis dari kayu jati lokal dengan teknik ukir tradisional
- Kuliner Khas: Keripik nenas dan dodol aren sebagai oleh-oleh berbasis sumber daya alam
- Produk Etnik: Tas anyaman pandan dan aksesori dari batok kelapa
Dampak Ekonomi dan Sosial
Pengunjung stan mencapai 1.200 orang/hari, menghasilkan transaksi langsung sebesar Rp250 juta. Analisis lebih lanjut menunjukkan:
| Metric | Nilai 2025 | Proyeksi 2027 |
|---|---|---|
| Jumlah Pengrajin Terlatih | 350 orang | 500 orang |
| Ekspor Produk | Rp1,2 miliar | Rp2,5 miliar |
| Penyerapan Tenaga Kerja | 800 unit | 1.200 unit |
Kunjungan Strategis dan Kolaborasi
Katerina melakukan diskusi teknis dengan 12 Dekranasda lainnya, menghasilkan kerja sama potensial:
- Kerja sama distribusi melalui e-commerce nasional
- Bursa inovasi teknologi kriya berkelanjutan
- Pelatihan desain industri berbasis AI
Kronologi Kegiatan
- 19 Mei 2026: Penyusunan roadmap promosi oleh tim Dekranasda Inhil
- 5 Juni 2026: Workshop kemasan eksportabel untuk 50 pelaku UMKM
- 10 Juli 2026: Pameran di HUT Dekranas Makassar
- 15 Agustus 2026: Evaluasi dan rencana aksi lanjutan
Perspektif Ekonomi Regional
Pelaku usaha dari Kabupaten Lampung dan Bali memberikan masukan strategis:
Pendekatan Inhil menggabungkan kearifan lokal dengan standar internasional. Kita belajar banyak dari pengelolaan rantai pasok mereka.
Implikasi Jangka Panjang
Program ini berpotensi mengubah tata kelola UMKM di Inhil melalui:
- Peningkatan nilai tambah produk hingga 40%
- Penurunan ketergantungan pada bahan baku impor
- Pengembangan klaster industri kreatif berbasis etnis Riau
Keberhasilan ini memicu kebijakan daerah tahun 2027 yang akan mengalokasikan anggaran khusus untuk pengembangan ekosistem UMKM. Dengan penerapan sertifikasi ISO 9001 di 20% perusahaan kriya pada 2028, Inhil berpeluang menjadi pusat eksportir produk etnik terbesar di Sumatera.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













