OJK, Pegadaian, dan Pemkab Way Kanan Perkuat Literasi Keuangan lewat GENCARKAN

OJK, Pegadaian, dan Pemkab Way Kanan Perkuat Literasi Keuangan lewat GENCARKAN

Latar Belakang: Kejar Akses Keuangan di Wilayah Terpencil

Plat Merah – Kabupaten Way Kanan, Lampung, yang terbentang di kawasan perbukitan dan persawahan, selama ini menghadapi tantangan signifikan dalam akses layanan keuangan. Data OJK tahun 2025 menunjukkan indeks literasi keuangan di wilayah ini masih di bawah rata-rata nasional (43,4% vs 63,2%). Fenomena ini mendorong inisiatif kolaboratif antara regulator, pelaku industri, dan pemerintah daerah.

Strategi Kolaboratif: Sinergi Regulator, Industri, dan Pemda

Kehadiran Manager Senior OJK Dwi Krisno Yudi Pramono menegaskan peran regulator dalam memastikan edukasi keuangan tidak hanya informatif tetapi juga terstandarkan. “Kami fokus pada penguatan kesadaran masyarakat tentang risiko investasi ilegal, terutama modus baru yang mengubah diri menjadi platform digital resmi,” ujarnya. Selain itu, Pegadaian dengan jaringan 10.000+ outlet nasional membuka akses konkret melalui layanan emas fisik dan tabungan emas.

Indikator20222025
Indeks Literasi Keuangan Nasional56,7%63,2%
Akses Layanan Keuangan Formal72,3%78,1%
Angka Korban Penipuan Finansial14.2008.900

Edukasi Praktis: Dari Perencanaan ke Perlindungan

Kegiatan GENCARKAN mencakup workshop interaktif yang mengajarkan:

  • Perencanaan anggaran berbasis zero-based budgeting
  • Analisis risiko investasi melalui scenario planning
  • Identifikasi modus penipuan digital menggunakan alat pendeteksi deepfake
  • Pemanfaatan mobile banking yang aman

Kronologi Pelaksanaan

  • 15 Juli 2026: Rapat koordinasi lintas sektor di Banda Lampung
  • 16 Juli 2026: Launching acara di Kantor Camat Blambangan Umpu
  • 17-18 Juli 2026: Sesi edukasi berputar ke 5 desa terpencil
  • 19 Juli 2026: Evaluasi partisipan dengan kuesioner digital

Implikasi Jangka Panjang

DPRD Lampung dalam laporan 2023 mencatat 37% anggota dewan berasal dari daerah dengan indeks inklusi keuangan rendah. Langkah kolaboratif ini diharapkan:

  1. Mengurangi disparitas ekonomi antarwilayah
  2. Meningkatkan kontribusi sektor usaha mikro terhadap PDB
  3. Membentuk generasi muda yang mapan secara finansial

Camat Blambangan Umpu Akhmad Syapari menyoroti potensi ekonomi lokal: “Dengan literasi keuangan yang baik, petani dapat mengelola hasil panen secara optimal, sementara UKM bisa mengakses pembiayaan legal.”

Tantangan yang Dihadapi

IsuAnalisis
Capaian Target60% peserta belum memanfaatkan layanan jaminan
Infrastruktur Digital40% desa belum terlayani 4G
Edukasi BerkelanjutanPerlu pendampingan pasca-acara

Penutup

Di tengah gelombang digitalisasi finansial, inisiatif GENCARKAN membuktikan bahwa edukasi tidak hanya soal pengetahuan, tetapi juga perubahan perilaku. Dengan memadukan regulasi yang tegas, layanan yang inklusif, dan partisipasi aktif masyarakat, Way Kanan berpotensi menjadi model pengembangan ekonomi berbasis literasi keuangan di kawasan Sumatera Selatan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup