Iskandar Kunaefi Persib: Mantan Petinggi Klub Jadi Dirut PT Pos Indonesia

Iskandar Kunaefi Persib: Mantan Petinggi Klub Jadi Dirut PT Pos Indonesia

Plat Merah – M. Iskandar Kunaefi, sosok yang dikenal luas sebagai mantan petinggi Persib Bandung, resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero). Keputusan ini diumumkan melalui Keputusan Para Pemegang Saham Nomor 343/2026 pada 15 Juli 2026, menggantikan Daud Joseph yang mengundurkan diri pada 30 Juni 2026. Penunjukan ini menjadi sorotan karena Iskandar Kunaefi Persib membawa pengalaman lintas sektor yang kaya, mulai dari logistik, pengelolaan aset, hingga investasi.

Iskandar Kunaefi Persib bukanlah nama baru di dunia bisnis Indonesia. Ia merupakan putra dari Mayor Jenderal TNI (Purn) Aang Kunaefi, mantan Gubernur Jawa Barat periode 1975-1985. Namun, berbeda dengan sang ayah yang berkiprah di militer dan pemerintahan, Iskandar memilih jalur korporasi. Ia mengawali karier sebagai Analis Riset di Schiphol Airport Consulting & Management Services (1994-1995), lalu bergabung dengan Indofood Group. Puncak kariernya di sektor makanan terjadi saat ia menjabat sebagai Presiden Direktur PT Nestlé Indofood Citarasa Indonesia pada 2012, setelah 16 tahun berkarier di perusahaan patungan Grup Salim dan Nestlé tersebut.

Pengalaman Iskandar Kunaefi Persib di bidang logistik dan aset juga sangat mumpuni. Pada 2012, ia bergabung dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) sebagai Kepala Divisi Penasihat Bisnis sekaligus Kepala Divisi Manajemen Aset dan Investasi hingga 2014. Ia juga menjadi anggota Sistem Logistik Nasional (Sislognas) hingga 2016. Selanjutnya, ia dipercaya sebagai anggota Komite Investasi serta Komite Nominasi dan Remunerasi di PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (Jakpro) pada 2021-2025. Di luar BUMN, ia mendirikan TOP Group dan menjabat sebagai Presiden Direktur.

Keterkaitan Iskandar Kunaefi Persib dengan klub sepak bola Persib Bandung terjadi saat ia menjabat sebagai Direktur Operasional PT Persib Bandung Bermartabat (PBB). Ia mengundurkan diri dari posisi tersebut pada akhir 2024 untuk fokus pada tantangan baru. Kini, dengan penunjukannya sebagai Dirut Pos Indonesia, Iskandar Kunaefi Persib diharapkan mampu membawa transformasi bagi perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang pos dan logistik.

Penunjukan ini juga diiringi perubahan struktur direksi. Jabatan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko dipecah menjadi dua posisi terpisah: Fathul Anwar sebagai Direktur Keuangan, dan Rosmanidar Zulkifli sebagai Direktur Manajemen Risiko. Keputusan ini diambil untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan perusahaan. Masa jabatan direksi yang baru diangkat berlaku hingga penutupan RUPS Tahunan kelima, tanpa mengurangi hak pemegang saham untuk memberhentikan sewaktu-waktu.

Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, yang menandatangani keputusan tersebut, menyatakan bahwa penyegaran direksi ini merupakan bagian dari penataan organisasi guna memperkuat daya saing Pos Indonesia. Iskandar Kunaefi Persib diharapkan dapat membawa pengalamannya di bidang logistik dan manajemen aset untuk mendorong inovasi dan efisiensi di perusahaan. Dengan latar belakang yang solid, publik menantikan langkah-langkah strategis Iskandar Kunaefi Persib dalam memimpin Pos Indonesia ke arah yang lebih modern dan kompetitif.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup