Janji Rachmat Irianto untuk Mendiang Bejo Sugiantoro: Persebaya Juara Piala Presiden 2026

Janji Rachmat Irianto untuk Mendiang Bejo Sugiantoro: Persebaya Juara Piala Presiden 2026

PlatMerah.com, Bali – Rachmat Irianto menunjukkan momen emosional setelah membantu Persebaya Surabaya meraih gelar juara Piala Presiden 2026. Dalam pertandingan final yang berlangsung ketat di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Persebaya berhasil mengalahkan Persib Bandung melalui adu penalti dengan skor 6-5 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Berbeda dengan rekan-rekannya yang larut dalam perayaan kemenangan, Rachmat Irianto memilih menepi dan mengekspresikan penghormatan khusus kepada mendiang ayahnya, Bejo Sugiantoro, legenda Persebaya. Ia mengenakan kaus hitam bergambar wajah sang ayah dengan tulisan “Legend” sebagai bentuk dedikasi atas pencapaian bersejarah tersebut.

Perjuangan dan Janji kepada Sang Ayah

Rachmat Irianto, yang juga dikenal sebagai kapten Persebaya, mengunggah foto kenangan bersama Bejo Sugiantoro di akun Instagram pribadinya. Foto tersebut diambil pada musim 2018/2019 saat Rachmat masih menjadi pemain dan Bejo menjabat sebagai staf kepelatihan. Dalam unggahan itu, Rachmat menyampaikan rasa terima kasih dan janji yang penuh makna, “Saya datang, saya berucap, saya tepati. Persebaya juara yah,” disertai emoji hati hijau, warna kebanggaan Persebaya.

Kata-kata sederhana itu mencerminkan sebuah janji yang mungkin pernah dibuatnya kepada sang ayah untuk membawa Persebaya kembali menjadi juara. Gelar Piala Presiden 2026 menjadi trofi pertama Rachmat bersama Persebaya di level tertinggi, setelah sebelumnya membantu tim promosi dari Liga 2 pada 2017 ketika usianya masih 18 tahun.

Sikap Profesional dan Respek pada Mantan Tim

Selain menghormati sang ayah, sikap Rachmat yang menepi saat selebrasi juga menunjukkan sportivitas dan rasa hormatnya kepada Persib Bandung, mantan klubnya selama tiga tahun sejak 2022. Di periode tersebut, Rachmat berhasil mempersembahkan dua gelar Liga Indonesia untuk Persib. Meskipun menghadapi mantan timnya di final, Rachmat tetap menunjukkan fair play dengan memberikan tepuk tangan sebagai bentuk apresiasi.

Final Piala Presiden 2026 yang Ketat

Final Piala Presiden 2026 antara Persebaya Surabaya dan Persib Bandung berlangsung sangat ketat. Persebaya sempat unggul lebih dulu melalui gol Ramadhan Sananta pada menit ke-17, namun Persib berhasil menyamakan skor melalui Patricio Matricardi pada menit ke-23. Skor 1-1 bertahan hingga babak tambahan waktu, sehingga pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti yang dimenangkan Persebaya 6-5.

Persib Bandung pun menunjukkan sportivitas tinggi, dengan pemain seperti Adam Alis yang menyatakan tidak kecewa meskipun gagal juara. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang mampu melaju hingga final dengan persiapan singkat dan skuad belum lengkap. Pengalaman ini dianggap penting untuk menghadapi kompetisi musim depan.

Makna Gelar untuk Persebaya dan Rachmat Irianto

Trofi Piala Presiden 2026 menjadi simbol kebangkitan Persebaya Surabaya di kancah sepak bola nasional. Di balik keberhasilan ini, terdapat cerita pribadi yang mengharukan dari Rachmat Irianto, yang tidak hanya mempersembahkan gelar bagi timnya, tetapi juga mewujudkan janji dan mengenang jasa ayahnya, Bejo Sugiantoro. Momen ini menggabungkan kebahagiaan, perjuangan, dan penghormatan dalam satu malam yang tak terlupakan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup