Menko Airlangga: Industri Tekstil Bukan Sunset Industry, Masih Terbuka Ruang Ekspansi

Menko Airlangga: Industri Tekstil Bukan Sunset Industry, Masih Terbuka Ruang Ekspansi

PlatMerah.com – Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) tetap menjadi sektor strategis yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, penyerapan tenaga kerja, dan kinerja ekspor nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa industri tekstil bukan kategori sunset industry dan masih memiliki potensi ekspansi yang luas.

Kontribusi Industri Tekstil terhadap Ekonomi Nasional

Industri tekstil mencakup sektor hulu, antara, hingga hilir yang menyumbang sekitar 0,97 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sektor ini juga menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja dan mencatat nilai ekspor mencapai sekitar 12 miliar dolar AS, menunjukkan perannya sebagai salah satu sektor padat karya yang strategis.

Ruang Ekspansi dan Utilisasi Pabrik

Menurut Airlangga, tingkat utilisasi pabrik tekstil di Indonesia masih sekitar 75 persen, yang menandakan masih adanya ruang untuk melakukan ekspansi produksi. Penguatan daya saing industri TPT harus dilakukan menyeluruh, mulai dari sektor hulu sampai hilir, termasuk harmonisasi tarif untuk mendukung struktur industri yang saling terkait.

Posisi Perdagangan dan Perbedaan Kinerja Sektor Tekstil dan Garmen

Dalam perdagangan, terdapat perbedaan antara kinerja industri tekstil dan pakaian jadi. Indonesia masih menjadi net importer untuk bahan baku tekstil, dengan nilai impor sekitar 8,4 miliar dolar AS dan ekspor 3,1 miliar dolar AS. Sebaliknya, sektor pakaian jadi justru mencatatkan posisi net exporter dengan ekspor sebesar 8,7 miliar dolar AS dan impor sekitar 690 juta dolar AS.

Dukungan Pemerintah dalam Penataan dan Kemudahan Pasokan

Pemerintah terus mendorong kemudahan masuknya bahan baku serta penataan kebijakan yang mendukung kelancaran pasokan bagi industri tekstil nasional. Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan peninjauan kembali ketentuan terkait Pertek dan regulasi lainnya agar lebih mendukung kebutuhan industri.

Selain itu, pemerintah juga menindak tegas gangguan impor kiloan dan impor ball press yang mengganggu produsen garmen dalam negeri untuk menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif.

Peningkatan Investasi dan Pengembangan Kapasitas

Kemudahan dalam memperoleh bahan baku, termasuk bahan baku berbasis kulit, serta kemudahan sertifikasi halal menjadi perhatian pemerintah guna mendukung pengembangan industri tekstil dan persepatuan. Pemerintah melihat peluang besar untuk mendorong investasi dan pengembangan kapasitas industri TPT di masa mendatang.

Airlangga menegaskan bahwa arahan Presiden Prabowo menegaskan industri tekstil bukanlah sunset industry, sehingga masih terbuka peluang reinvestasi dan penambahan modal kerja guna memperkuat daya saing dan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Penguatan Industri Tekstil untuk Masa Depan

Penguatan industri tekstil diarahkan untuk meningkatkan daya saing, memperkuat keterkaitan dari hulu hingga hilir, serta menciptakan iklim yang kondusif bagi reinvestasi dan pengembangan kapasitas. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan industri TPT sekaligus memperkuat peranannya dalam ekspor dan penyerapan tenaga kerja Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup