Iran Pamer Koleksi Drone AS dan Israel yang Berhasil Ditangkap, Klaim Hancurkan Ratusan Armada Lawan

Iran Pamer Koleksi Drone AS dan Israel yang Berhasil Ditangkap, Klaim Hancurkan Ratusan Armada Lawan

PlatMerah.comIran memamerkan sejumlah drone dan pesawat taktis canggih milik Amerika Serikat serta Israel yang diklaim berhasil ditangkap atau ditembak jatuh selama konflik terbaru. Pameran ini berlangsung di pangkalan pertahanan udara bawah tanah Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dan menunjukkan keberhasilan sistem pertahanan Iran dalam menghadapi serangan udara lawan.

Dalam pameran tersebut, Iran menampilkan berbagai drone seperti MQ-9 Reaper, Hermes 900, dan Hermes 450 yang merupakan teknologi militer canggih dari AS dan Israel. Selain itu, puing-puing jet tempur F-15 dan F-14 AS juga dipamerkan sebagai bukti klaim keberhasilan sistem pertahanan udara Iran dalam menembak jatuh sejumlah pesawat lawan selama konflik yang berlangsung selama 40 hari.

Keberhasilan Sistem Pertahanan Udara Iran

Pejabat IRGC mengungkapkan bahwa sistem pertahanan udara Iran mampu mendeteksi dan mencegat puluhan hingga ratusan kendaraan udara lawan, termasuk drone dengan teknologi penghindaran deteksi yang kompleks. Meski drone-drone tersebut menggunakan beberapa metode berbeda untuk menghindari sistem pertahanan, upaya mereka tetap gagal dan akhirnya berhasil dijatuhkan oleh pasukan Iran.

Seorang komandan pertahanan udara IRGC menyatakan bahwa lebih dari 85 persen infrastruktur produksi sistem pertahanan udara di bawah kendali Pasukan Dirgantara IRGC tetap terjaga dan berfungsi dengan baik, mendukung keberhasilan operasi pertahanan mereka.

Konteks dan Dampak Pameran

Pameran ini menjadi bagian dari upaya Iran untuk menunjukkan kekuatan militernya di tengah ketegangan regional. Penampilan berbagai pesawat nirawak dan jet tempur yang berhasil ditangkap atau dihancurkan diharapkan dapat menjadi peringatan bagi lawan dan memperkuat posisi Iran dalam konflik yang sedang berlangsung.

Selain itu, pameran ini juga menegaskan kemampuan produksi dan pengembangan sistem pertahanan udara lokal yang semakin mandiri, yang menjadi faktor penting dalam menjaga kedaulatan udara Iran.

Pameran tersebut juga menampilkan drone lain yang sebelumnya dipamerkan di Taman Dirgantara Nasional Iran, seperti MQ-4 Global Hawk, MQ-1, dan RQ-170, yang menambah bukti kemampuan Iran dalam menghadapi teknologi militer asing.

Klaim Iran mengenai penghancuran jet tempur F-15 pada 3 April 2026 dengan sistem pertahanan Pasukan Dirgantara IRGC menambah bobot klaim keberhasilan mereka dalam perang udara yang berlangsung selama 40 hari terakhir. Hal ini menunjukkan tantangan serius yang dihadapi oleh armada udara lawan dalam konflik tersebut.

Meski klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen, pameran ini menegaskan pentingnya pengembangan sistem pertahanan udara yang efektif dalam menjaga keamanan nasional di tengah situasi geopolitik yang kompleks.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup