Pramono Anung Kecam Challenge Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras di Festival Musik
PlatMerah.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengutuk keras pelaksanaan challenge hafalan Al-Quran yang memberikan hadiah berupa minuman keras (miras) dalam sebuah festival musik di Jakarta Utara. Ia menilai tindakan tersebut telah mencemari nilai-nilai keagamaan yang dijaga ketat di ibu kota.
Kecaman Pramono Anung terhadap Challenge Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras
Pramono Anung menyatakan keprihatinannya atas viralnya challenge hafalan Surah Ad-Duha di sebuah acara musik yang berlangsung di kawasan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Dalam kegiatan tersebut, peserta yang mampu menghafal ayat Al-Quran berhadiah sebotol minuman keras. Menurutnya, promosi miras yang dikaitkan dengan kegiatan keagamaan adalah hal yang sangat tidak pantas dan harus mendapat tindakan tegas.
“Yang berkaitan dengan promosi apa minuman keras yang viral, apalagi dikaitkan dengan kegiatan keagamaan, ini sungguh-sungguh menodai kehidupan keagamaan yang sangat yang kita jaga bersama di Jakarta,” ujar Pramono di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).
Tindakan Tegas Pemerintah DKI Jakarta
Politikus senior PDI Perjuangan itu menegaskan akan meminta jajarannya untuk segera mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang. Ia memerintahkan Asisten Kesejahteraan untuk mengoordinasikan respons terhadap insiden ini.
“Saya akan minta kepada Pak Asisten Kesejahteraan, Pak Ali, untuk segera mengoordinasikan, mengambil tindakan tegas terhadap hal yang tidak boleh terjadi di Jakarta,” tambah Pramono.
Konteks dan Perkembangan Kasus
Challenge hafalan Al-Quran berhadiah miras tersebut terjadi di booth sponsor dalam acara The Sounds Project, sebuah festival musik di Jakarta Utara. Video tantangan ini menjadi viral di media sosial dan memicu kontroversi luas di masyarakat.
Polisi pun telah melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta di balik video tersebut, termasuk rangkaian kegiatan dan pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan challenge tersebut.
Implikasi dan Reaksi Masyarakat
Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan berbagai kalangan karena menggabungkan unsur keagamaan dengan promosi minuman keras yang bertentangan dengan norma sosial dan nilai agama yang dianut oleh masyarakat Jakarta.
Pemerintah DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk menjaga keharmonisan kehidupan beragama dan menolak segala bentuk promosi yang dapat merusak nilai-nilai tersebut.
Upaya Pemerintah dan Penegakan Aturan
- Koordinasi antar instansi untuk memberikan tindakan hukum dan administratif.
- Pengawasan ketat terhadap kegiatan festival dan promosi produk minuman keras yang berkaitan dengan unsur keagamaan.
- Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga nilai keagamaan dalam berbagai kegiatan publik.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kejadian serupa tidak terjadi kembali dan kehidupan keagamaan di Jakarta tetap terjaga dengan baik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












