Houthi Sebut Arab Saudi Lancarkan 40 Serangan Udara ke Yaman dalam Sehari

Houthi Sebut Arab Saudi Lancarkan 40 Serangan Udara ke Yaman dalam Sehari

PlatMerah.com – Kelompok Houthi mengklaim bahwa Arab Saudi telah melancarkan 40 serangan udara dalam waktu 24 jam ke wilayah Yaman, menargetkan beberapa provinsi strategis seperti Taiz, Marib, dan Hodeidah. Serangan ini terjadi setelah Saudi menuduh Houthi mencoba menyerang kota suci Makkah dengan drone, tuduhan yang langsung dibantah oleh kelompok tersebut.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa pesawat tempur Saudi, khususnya jet F-15 yang lepas landas dari Pangkalan Udara Khamis Mushait, menjadi alat utama dalam serangan tersebut. Saree juga mengklaim bahwa Houthi berhasil menembak jatuh satu pesawat F-15 di wilayah Provinsi Marib menggunakan rudal permukaan-ke-udara buatan lokal.

Serangan dan Klaim Terbaru dalam Konflik Yaman

Serangan udara Saudi yang dilaporkan menargetkan fasilitas penting seperti menara telekomunikasi di Provinsi Taiz, serta area di kota Abas yang menyebabkan korban sipil termasuk satu warga tewas dan satu lainnya luka-luka. Namun, hingga kini Riyadh belum memberikan tanggapan resmi atas klaim Houthi tersebut.

Ketegangan meningkat setelah Saudi mengumumkan berhasil mencegat sebuah drone yang diduga diluncurkan Houthi dan diarahkan ke Makkah. Tuduhan ini ditegaskan oleh juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Turki al-Maliki, yang menyatakan bahwa keamanan dua Masjid Suci dan para jamaah adalah garis merah bagi Arab Saudi. Sementara itu, Houthi menolak tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai kebohongan.

Konteks Strategis dan Dampak Konflik

Penguasaan Houthi atas wilayah pesisir Yaman di tepi Laut Merah dan sepanjang Selat Bab al-Mandab meningkatkan pengaruh Iran di kawasan tersebut, yang berdampak signifikan terhadap jalur pelayaran dan ekspor minyak Arab Saudi. Wilayah ini menjadi sangat strategis karena merupakan salah satu akses utama ekspor minyak Saudi dan jalur pelayaran global penting di Timur Tengah.

Sejak gencatan senjata rapuh tahun 2022 runtuh, konflik antara kelompok Houthi yang didukung Iran dan koalisi pimpinan Saudi semakin intensif, dengan serangan udara dan rudal yang saling balas antara kedua belah pihak. Houthi juga melancarkan blokade maritim terhadap Saudi dan serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah.

Spesifikasi Jet Tempur F-15SR yang Ditembak Jatuh

Jet tempur F-15 yang diklaim Houthi berhasil ditembak jatuh merupakan varian F-15SR (Saudi Retrofit), yang merupakan F-15S Arab Saudi yang dimodernisasi mendekati konfigurasi F-15SA (Saudi Advanced). Pesawat ini memiliki kemampuan multi-peran dengan dua kursi, dilengkapi radar AESA canggih, sistem peperangan elektronik modern, dan persenjataan lengkap termasuk meriam 20 mm serta rudal AIM-120 AMRAAM.

F-15SR memiliki kecepatan maksimum lebih dari Mach 2,5, jangkauan jelajah sekitar 3.840 kilometer, dan digunakan untuk berbagai misi, mulai dari pertempuran udara hingga serangan darat dan laut. Modernisasi ini bertujuan memperpanjang masa pakai armada F-15S Saudi dengan teknologi terbaru yang mendukung efektivitas operasional di medan tempur.

Perkembangan Terbaru dan Potensi Dampak

Konflik yang terus memanas ini berpotensi mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah dan jalur pelayaran penting yang berperan dalam distribusi minyak dunia. Serangan udara yang intensif dan balasan dari Houthi menunjukkan eskalasi yang signifikan dalam perang yang sudah berlangsung bertahun-tahun di Yaman.

Situasi ini juga menimbulkan kekhawatiran internasional mengenai dampak kemanusiaan dan keamanan energi global, mengingat Yaman berada pada posisi strategis di jalur perdagangan internasional.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi terbaru dari Arab Saudi terkait klaim jatuhnya pesawat tempur mereka maupun serangan udara yang diklaim oleh Houthi. Konflik ini masih terus berkembang dan menjadi fokus perhatian dunia internasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup