Trauma Healing Polda Jateng untuk Anak Terdampak Gempa NTT yang Masih Ketakutan
PlatMerah.com, Manggarai Barat – Polda Jawa Tengah menggelar trauma healing bagi anak-anak yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini bertujuan untuk membantu mengurangi rasa takut dan kecemasan anak-anak yang masih trauma akibat gempa dan gempa susulan yang terjadi.
Trauma Healing sebagai Bantuan Psikologis
Kegiatan trauma healing dilakukan di posko pengungsian yang berada di Asrama SMK Yosepha, Manggarai Barat. Tim psikologi Polda Jateng memberikan pendampingan psikologis melalui Psychological First Aid (PFA), sesi bermain bersama, serta berbagi pengalaman dan perasaan yang dirasakan anak-anak setelah bencana.
Menurut Ipda Nina dari Bagian Psikologi Biro SDM Polda Jawa Tengah, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan ketakutan dan kecemasan mereka. Anak-anak diajak bermain agar suasana menjadi lebih rileks dan membantu proses pemulihan psikologis.
Teknik Mengatasi Kecemasan
Selain bermain dan berbagi cerita, tim psikologi juga mengajarkan teknik sederhana seperti tapping dan pernapasan yang dapat dipraktikkan anak-anak untuk mengurangi kecemasan saat menghadapi situasi yang memicu trauma, terutama saat terjadi getaran gempa susulan.
Kondisi Anak dan Lingkungan Pengungsian
Banyak anak yang masih takut berada di dalam gedung karena kekhawatiran terhadap getaran gempa. Oleh karena itu, mereka memilih tinggal di tenda yang disediakan di luar bangunan asrama yang mengalami beberapa keretakan dan kemiringan atap, meski tidak roboh.
Dari sekitar 94 anak yang tinggal di asrama, sekitar 20 anak masih berada di lokasi dan didampingi oleh empat suster serta satu karyawan. Sebagian anak lainnya sudah dipulangkan sesuai permintaan orang tua. Kegiatan belajar mengajar sementara dilakukan secara daring untuk menjaga keamanan anak-anak.
Peran Trauma Healing dalam Pemulihan Pasca Bencana
Trauma healing yang dilakukan oleh Polda Jateng ini sangat penting untuk membantu anak-anak mengatasi dampak psikologis pasca gempa. Dengan adanya pendampingan psikologis dan kegiatan yang menyenangkan, diharapkan anak-anak dapat merasa lebih aman dan mulai kembali beraktivitas secara normal meskipun bencana baru saja terjadi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.














