Zulhas Ungkap Kesepakatan dengan Bahlil di Depan Prabowo, Ada Respons Dua Jempol
PlatMerah.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan atau Zulhas, menegaskan bahwa partainya akan mengikuti keputusan bersama terkait rencana kenaikan parliamentary threshold (PT) menjadi 5 persen. Pernyataan ini disampaikan Zulhas usai menghadiri acara HUT ke-28 PAN di Jakarta Convention Center pada Jumat, 18 September 2026.
Zulhas menyatakan bahwa PAN tidak keberatan jika ambang batas parlemen tersebut disepakati bersama oleh seluruh partai politik dalam koalisi, termasuk Gerindra. “Kami siap menerima asalkan ada musyawarah mufakat dan kesepakatan bulat,” ujarnya. Sikap ini menunjukkan bahwa PAN mengedepankan konsensus dalam menentukan kebijakan penting seperti PT.
Perbedaan Sikap di Internal PAN
Sementara Zulhas menunjukkan sikap terbuka terhadap angka 5 persen, Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, menyatakan keberatan jika PT dinaikkan lebih dari 4 persen. Hal ini mengindikasikan adanya perbedaan pandangan di internal PAN tentang kenaikan ambang batas parlemen tersebut.
Meskipun demikian, Zulhas menegaskan bahwa keputusan PAN akan mengacu pada kesepakatan bersama partai-partai koalisi. “Kami tidak ingin mengambil sikap sendiri, semua harus berdasarkan musyawarah mufakat,” katanya.
Konstelasi Politik dan Dukungan Koalisi
Dalam konteks koalisi pemerintahan, beberapa partai seperti Gerindra, Golkar, dan PKS telah menyatakan dukungan terhadap usulan PT sebesar 5 persen. Namun, pembahasan mengenai angka ini masih dalam tahap pertukaran pemikiran dan belum mencapai keputusan final.
Zulhas juga memberikan gambaran tentang hubungan antar pemimpin partai di koalisi saat acara HUT PAN. Ia menyampaikan canda di depan Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia bahwa dirinya dan Bahlil tidak akan maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang, sedangkan Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) masih mempertimbangkan niat tersebut.
Pentingnya Musyawarah Mufakat
Zulhas menekankan pentingnya musyawarah mufakat antarpartai dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dengan pemilu, termasuk parliamentary threshold. Menurutnya, pendekatan kekeluargaan dan gotong royong menjadi dasar bagi PAN dalam mengambil keputusan politik.
“Asal kesepakatan bulat, kami setuju dan ikut. Itu yang paling penting,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan posisi PAN yang mengutamakan kebersamaan dan kesepakatan dalam koalisi untuk menjaga stabilitas dan keberlangsungan pemerintahan.
Dengan sikap terbuka Zulhas tersebut, keputusan final mengenai parliamentary threshold masih menunggu hasil musyawarah antarpartai politik. Hal ini menjadi bagian dari persiapan revisi Undang-Undang Pemilu yang sedang dibahas secara intensif.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.














