Megah dan Khidmat, Intip Formasi Militer Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Perairan Bangka
PlatMerah.com, Bangka – Perairan Bangka di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I menjadi saksi sejarah penting bagi militer Indonesia dengan kedatangan kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 yang dihibahkan dari Angkatan Laut Italia. Kapal induk ini disambut dengan formasi militer megah dan khidmat, dikawal ketat armada tempur Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).
Formasi Militer dan Pengawalan Kapal Induk
Kapal induk Giuseppe Garibaldi yang nantinya akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya, berada di tengah formasi militer dengan dua kapal perang canggih TNI AL sebagai pengawal, yakni KRI Brawijaya-320 di sisi kiri dan KRI Prabu Siliwangi-321 di sisi kanan. Kedua kapal perang ini mengibarkan bendera Merah Putih besar sebagai simbol kedaulatan nasional di jalur maritim strategis tersebut. Sementara Giuseppe Garibaldi masih mengibarkan bendera kebangsaan Italia.
Di udara, Korps Pusat Penerbang Angkatan Laut (Puspenerbal) turut mengawal pergerakan kapal induk dengan dua helikopter AS565 Panther serta dua pesawat patroli maritim CN-235 dan NC-212. Penyatuan kekuatan udara dan laut ini menunjukkan kesiapan alih teknologi dan keandalan alutsista utama buatan Italia yang telah teruji selama puluhan tahun di kawasan Mediterania.
Prosesi Parade dan Penyambutan
Di atas geladak landasan pacu kapal induk, ratusan prajurit TNI AL dan personel Angkatan Laut Italia berdiri sejajar melakukan parade penghormatan sepanjang pelayaran menembus gelombang perairan Bangka. Prosesi ini menjadi simbol penghormatan dan kerja sama pertahanan antarnegara yang kuat.
Sejarah Kapal Induk Pertama Indonesia
ITS Giuseppe Garibaldi-551 merupakan kapal induk pertama yang resmi dimiliki oleh TNI AL dalam sejarah Republik Indonesia. Kapal perang multifungsi ini merupakan hibah resmi dari Angkatan Laut Italia dan diproduksi oleh Fincantieri, produsen kapal terkemuka dunia.
Setelah memasuki wilayah kedaulatan Indonesia di ALKI I, kapal induk ini akan menjalani proses serah terima kepemilikan secara resmi dari militer Italia ke TNI AL dalam upacara di Jakarta. Kapal induk yang awalnya akan dinamai KRI Gajah Mada, kemudian berubah menjadi KRI Sriwijaya, direncanakan bersandar di Dermaga Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Jumat, 18 September 2026.
Penguatan Kedaulatan Maritim Nasional
Kedatangan dan pengoperasian KRI Sriwijaya menandai langkah strategis penguatan kedaulatan maritim Indonesia, terutama di jalur ALKI I yang merupakan jalur pelayaran penting di kawasan Kepulauan Bangka Belitung. Dengan dukungan armada laut dan udara yang lengkap, TNI AL menunjukkan kesiapan untuk menjaga keamanan wilayah perairan serta meningkatkan kemampuan pertahanan nasional.
Pengadaan kapal induk ini juga membuka peluang pengembangan alih teknologi dan pelatihan prajurit TNI AL dalam mengoperasikan alutsista canggih yang telah terbukti keandalannya di kawasan Mediterania.
Perkembangan Selanjutnya
- Kapal induk Giuseppe Garibaldi akan resmi menjadi bagian armada TNI AL setelah upacara serah terima di Jakarta.
- Pelatihan intensif bagi awak kapal dan personel pendukung sedang berlangsung untuk memastikan kesiapan operasional kapal induk pertama Indonesia ini.
- Peningkatan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Italia di bidang teknologi dan strategi angkatan laut diharapkan dapat berlanjut.
Kedatangan KRI Sriwijaya menjadi tonggak sejarah baru dalam penguatan pertahanan Indonesia di laut, sekaligus memperkuat posisi strategis negara di kawasan maritim yang vital bagi keamanan dan perekonomian nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.














