ITEBA Tingkatkan Kesadaran K3 Nelayan melalui Ergonomi Terapan dan Poster Visual
Latar Belakang Program
Plat Merah – Aktivitas nelayan di perairan Natuna dan sekitarnya selama ini menghadapi tantangan signifikan terkait keselamatan kerja. Data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat bahwa sekitar 35% kecelakaan kerja di sektor kelautan berasal dari praktik postur kerja yang kurang optimal. Di Belakang Padang, Kota Batam, Institut Teknologi Batam (ITEBA) mengidentifikasi kebutuhan mendesak untuk mengubah paradigma kerja nelayan yang selama ini mengandalkan pengalaman turun-temurun tanpa didukung pendidikan formal tentang keselamatan kerja.
Implementasi Ergonomi dan Poster Visual
Program yang berlangsung selama 6 bulan (April-September 2026) mengkombinasikan pendekatan teknis dan visual. Tim peneliti ITEBA mendesain 12 model postur kerja ergonomis yang disesuaikan dengan alat tangkap tradisional seperti jaring insang dan perahu kecil. Poster visual yang dikembangkan menggabungkan ilustrasi 3D dengan kode warna standar industri, memudahkan pemahaman untuk berbagai tingkat pendidikan.
Metodologi Edukasi
- Kelas praktik langsung di dermaga dengan alat simulasi
- Demonstrasi teknik angkat muatan dengan alat bantu sederhana
- Sesi diskusi kelompok tentang keterhubungan ergonomi dengan produktivitas
- Kampanye visual melalui 20 poster di kantor KUB dan pusat pendaratan ikan
Analisis Dampak
| Indikator | Sebelum Program | Sesudah Program |
|---|---|---|
| Rata-rata lembur harian | 12 jam | 9,5 jam |
| Kasus nyeri otot | 82% | 47% |
| Penggunaan alat pelindung | 18% | 76% |
| Hasil tangkapan per trip | 12 kg | 15,3 kg |
Kronologi Pelaksanaan
| April | Penyusunan rancangan program dan survei kebutuhan |
|---|---|
| Mei-Juni | Kelas dasar ergonomi dan pembuatan alat bantu kerja |
| Juli | Pelatihan praktis di lokasi kerja dan instalasi poster visual |
| Agustus-September | Evaluasi progres dan monitoring dampak |
Perspektif Industri
“Inovasi ini membuktikan bahwa investasi dalam kesehatan kerja bisa meningkatkan produktivitas 17% lebih tinggi daripada pendekatan konvensional,” kata Dr. Sabarinsyah, anggota tim peneliti. Studi komparatif menunjukkan bahwa nelayan yang menerapkan prinsip ergonomi mengalami penurunan 40% dalam kelelahan kronis, yang secara langsung meningkatkan jumlah hari kerja efektif per bulan.
Implikasi Kebijakan
Program ITEBA menunjukkan potensi kebijakan pemerintah untuk:
- Mewajibkan pelatihan ergonomi dasar di pelabuhan utama
- Mendorong pengadaan poster K3 sebagai bantuan sosial rutin
- Mengembangkan kurikulum pendidikan nelayan berbasis kesehatan kerja
- Membentuk lembaga pelatihan mandiri di tingkat desa pesisir
Pengembangan Berkelanjutan
Tim mengembangkan paket edukasi modular yang bisa diakses melalui aplikasi mobile bernama “NelayanK3”. Aplikasi ini menyediakan:
- Tutorial video dalam Bahasa Indonesia dan Melayu
- Kalkulator beban angkat aman berdasarkan berat badan pengguna
- Forum diskusi antar-nelayan
- Notifikasi rutin tentang posisi ergonomis
Peran Komunitas
Keterlibatan aktif Kelompok Usaha Bersama (KUB) menjadi kunci keberhasilan. Program menciptakan 15 “Penggerak K3” di tingkat desa, nelayan yang diberdayakan untuk menjadi pelatih mandiri. Model ini mengurangi ketergantungan pada tenaga teknis luar sekaligus memperkuat kepemilikan program oleh masyarakat lokal.
Sebagai akhir dari upaya ini, ITEBA akan merilis laporan komprehensif pada Desember 2026 yang mencakup rekomendasi teknis untuk pemerintah daerah dan pelaku usaha perikanan. Dengan pendekatan kolaboratif ini, diharapkan model K3 nelayan Batam bisa menjadi rujukan nasional untuk wilayah pesisir lain di Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













