Harganas Ke33 Tekankan Peran Ayah dalam Pendampingan Kesehatan Remaja
Plat Merah – Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang digelar di Bengkulu, Kamis (9/7/2026), mengangkat tema “Ayah Wajib Hadir” sebagai upaya menegaskan peran aktif ayah dalam pendampingan kesehatan reproduksi remaja. Acara yang diselenggarakan oleh Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) BKKBN Provinsi Bengkulu ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memperkuat struktur keluarga melalui partisipasi aktif ayah.
Latar Belakang dan Signifikansi Harganas 2026
Perayaan Harganas tahun ini dirancang untuk menanggapi data yang menunjukkan peningkatan kasus pernikahan usia dini, perilaku seksual berisiko, dan rendahnya literasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja. Kehadiran ayah secara fisik dan emosional dinilai sebagai kunci mencegah berbagai tantangan tersebut. Menurut penelitian Kementerian Pemberdayaan Perempuan, keluarga dengan ayah yang aktif mengurangi risiko kenakalan remaja hingga 40%.
Agenda Utama Perayaan
Rangkaian kegiatan mencakup:
- Jalan sehat bertema “Ayah Bergerak untuk Keluarga”
- Flash mob GenRe dengan tarian interaktif
- Sosialisasi kesehatan reproduksi remaja
- Donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis
- Bazar produk UMKM
Fokus utama diberikan pada sesi edukasi kesehatan reproduksi, yang dihadiri 500 peserta dari berbagai latar belakang usia.
Jadwal Kegiatan Harganas 2026 Bengkulu
| Waktu | Kegiatan | Tujuan |
|---|---|---|
| 08.00-09.00 | Pembukaan | Menyambut peserta dan pembacaan visi Harganas |
| 09.30-11.00 | Workshop Kesehatan Reproduksi | Meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi |
| 13.00-14.30 | Simulasi Komunikasi Orang Tua | Memperkuat hubungan emosional antara ayah dan anak |
Dampak Jangka Panjang
Menurut Ketua Panitia Mardhotillah Laili Ramasita, “Pendidikan ini bukan sekadar teori. Kita ingin mengubah mindset masyarakat bahwa ayah bukan hanya penyokong finansial, tetapi juga guru emosional. Ini akan berdampak pada penurunan angka fatherless (keluarga tanpa ayah) dan meningkatkan kesejahteraan psikologis remaja.”
Partisipasi Aktif Para Ayah
Nofal (35), peserta yang mengikuti Harganas untuk ketiga kalinya, berbagi pengalaman:
“Saya belajar bahwa komunikasi terbuka dengan anak jauh lebih penting daripada sekadar memberi hadiah. Anak butuh teladan, bukan sekadar wali yang berdampingan.”
Nofal menekankan pentingnya ayah menjadi contoh dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Statistik dan Tantangan
| Indikator | Data 2025 | Target 2030 |
|---|---|---|
| Partisipasi Ayah dalam Pengasuhan | 35% | 60% |
| Literasi Kesehatan Remaja | 48% | 75% |
Implikasi Kebijakan
Kementerian BKKBN akan mengintegrasikan program “Ayah Hadir” ke dalam kurikulum sekolah menengah dan pelatihan bagi calon orang tua. Inisiatif ini diharapkan mengurangi beban perempuan dalam pengasuhan dan menciptakan harmoni keluarga. Namun, tantangan utama tetap pada budaya patriarkal yang masih menganggap pengasuhan sebagai tanggung jawab ibu.
Bahkan di luar acara resmi, komunitas GenRe di Bengkulu telah membentuk program “Pangkalan Ayah” yang mengadakan diskusi bulanan antara ayah dan remaja. Inisiatif ini menunjukkan bahwa transformasi sosial dimulai dari kesadaran individu, bukan sekadar kebijakan pemerintah.
Dengan menggabungkan pendekatan edukasi teknis dan emosional, Harganas 2026 berharap menciptakan generasi remaja yang lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan berkeluarga. Kehadiran ayah yang aktif, menurut penelitian, tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri anak, tetapi juga mengurangi risiko stres mental hingga 30% pada usia remaja.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













