Polres Situbondo Gelar Bimtek Relawan Dapur SPPG Polri, Perkuat Program Makan Bergizi Gratis dengan Inovasi Digital

Polres Situbondo Gelar Bimtek Relawan Dapur SPPG Polri, Perkuat Program Makan Bergizi Gratis dengan Inovasi Digital

Plat Merah – Situbondo – Guna mendukung pemerintah dalam mewujudkan akses makanan bergizi bagi masyarakat kurang mampu, Polres Situbondo, Jawa Timur, menggelar bimbingan teknis (Bimtek) bagi relawan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri. Kegiatan dengan tema “Situbondo Naik Kelas, Mewujudkan Dapur MBG yang Aman dan Higienis” dihadiri oleh Kapolres AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, dan sejumlah pemangku kepentingan. Selain pelatihan, acara juga meluncurkan Sistem Informasi Makan Bergizi Gratis (SIMBG) sebagai langkah transformasi digital dalam pengelolaan program ini.

Konteks Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Program MBG merupakan inisiatif pemerintah dalam rangka meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya di daerah-daerah dengan angka kekurangan gizi tinggi. Di Situbondo, program ini ditujukan untuk 12.000 keluarga penerima manfaat yang tersebar di 18 kecamatan. SPPG Polri, sebagai salah satu pelaksana program, memainkan peran krusial dalam memastikan distribusi makanan bergizi mencapai target dengan kualitas yang terjaga.

Langkah Strategis Bimtek Relawan Dapur SPPG

Bimtek kali ini mencakup beragam aspek penting, termasuk keamanan pangan, sanitasi dapur, kesehatan relawan, dan tata kelola distribusi. Berikut rincian materi pelatihan:

Modul PelatihanDeskripsi
Keamanan PanganMengidentifikasi risiko kontaminasi dan standar penyimpanan bahan baku.
Sanitasi DapurProsedur kebersihan peralatan dan lingkungan kerja.
Kesehatan RelawanPencegahan penyakit akibat kerja dan protokol pencegahan infeksi.
Distribusi MakananRute optimal dan pengelolaan data penerima.

Inovasi Sistem Informasi SIMBG

Salah satu fokus utama acara adalah peluncuran Sistem Informasi Makan Bergizi Gratis (SIMBG), platform berbasis web yang dikembangkan untuk memantau proses distribusi makanan secara real-time. Sistem ini memungkinkan:

  • Verifikasi data penerima secara digital.
  • Pelacakan distribusi makanan berdasarkan lokasi.
  • Analisis efisiensi operasional dan laporan akuntabilitas.

Kapolres AKBP Bayu Anuwar Sidiqie menjelaskan, “SIMBG dirancang untuk meningkatkan transparansi dan akurasi dalam pelaksanaan program. Dengan sistem ini, kami dapat mengurangi risiko kesalahan manual dan memastikan bantuan sampai ke tangan yang benar.”

Kolaborasi Pemerintah dan Polri

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengapresiasi sinergi antara Polri dan pemerintah daerah. “Koordinasi antarlembaga menjadi kunci keberhasilan program ini. Kami berkomitmen untuk mendukung infrastruktur dan sumber daya yang diperlukan,” ujarnya. Kolaborasi ini mencakup pembagian peran: Polri fokus pada operasional dapur dan distribusi, sementara pemerintah daerah bertanggung jawab atas pengadaan bahan baku dan anggaran.

Dampak Program bagi Masyarakat

Implementasi Bimtek dan SIMBG diharapkan menghasilkan dampak multidimensional. Dari sisi kesehatan, anak-anak dan lansia yang rentan mengalami kekurangan gizi akan mendapat akses lebih baik. Secara ekonomi, program ini menciptakan lapangan kerja sementara bagi relawan setempat. Selain itu, transparansi digital membantu mengurangi potensi penyimpangan bantuan.

Kronologi Pelaksanaan Bimtek

TanggalKegiatan
9 Juli 2026Pembukaan acara oleh Kapolres dan Bupati.
10 Juli 2026Sesi praktik tata kelola dapur dan distribusi.
11 Juli 2026Evaluasi hasil Bimtek dan peluncuran SIMBG.

Langkah ini menjadi contoh inovasi dalam pelayanan publik di Indonesia, di mana teknologi digabungkan dengan partisipasi masyarakat untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan. Dengan mengedepankan prinsip kolaborasi dan akuntabilitas, Situbondo berpotensi menjadi model daerah yang sukses dalam implementasi Program MBG.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup