Pemkab Sampang Siap Dukung TMMD ke-129

Pemkab Sampang Siap Dukung TMMD ke-129

Kolaborasi Pemkab dan TNI untuk Pembangunan Berkelanjutan

Plat Merah – Surabaya – Bupati Sampang Slamet Junaidi menghadiri rapat koordinasi pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Kodam VBrawijaya, Surabaya, Selasa (7/7/2026). Acara ini menjadi momen strategis untuk memantapkan sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.

Kehadiran Bupati Slamet Junaidi diwakili oleh Dandim 0828/Sampang Letkol Czi Dika Catur Yanuar Anwar, menegaskan komitmen Pemkab Sampang untuk mendukung program nasional ini. TMMD ke-129 diharapkan menjadi katalisator bagi percepatan pembangunan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Strategi dan Target TMMD ke-129

Program TMMD ke-129 tidak hanya fokus pada pembangunan fisik seperti jalan desa, jembatan, dan irigasi, tetapi juga mencakup aspek nonfisik seperti penyuluhan pertanian, kesehatan, dan pendidikan. Dalam pertemuan tersebut, Kodam VBrawijaya merinci rencana kerja yang akan dilaksanakan selama 30 hari ke depan, dengan target 15 proyek prioritas di Kabupaten Sampang.

Jenis ProyekJumlahAnggaran (Rp)
Jalan Desa55.000.000.000
Jembatan33.500.000.000
Irigasi22.000.000.000
Program Nonfisik51.500.000.000

Kronologi Persiapan TMMD ke-129

  1. 7 Juli 2026: Rapat koordinasi tingkat kabupaten di Surabaya.
  2. 15 Juli 2026: Penetapan lokasi proyek oleh tim teknis.
  3. 1 Agustus 2026: Peletakan batu pertama proyek TMMD.
  4. 30 Agustus 2026: Selesainya proyek fisik dan evaluasi sementara.
  5. 31 Agustus 2026: Serah terima hasil TMMD ke pemerintah daerah.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Dukungan Pemkab Sampang terhadap TMMD ke-129 diharapkan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian lokal. Proyek infrastruktur akan meningkatkan aksesibilitas ke pasar, mendukung sektor pertanian, dan menarik investasi. Selain itu, program nonfisik seperti penyuluhan pertanian akan meningkatkan produktivitas petani.

  • Penurunan angka kemiskinan: Diperkirakan hingga 15% di wilayah proyek TMMD.
  • Peningkatan akses pendidikan: 3.000 pelajar akan mendapat manfaat dari pembangunan sarana belajar.
  • Stimulasi sektor UMKM: 500 pelaku usaha kecil diharapkan mendapat bantuan pelatihan.

Tantangan dan Solusi

Kendala utama pelaksanaan TMMD di wilayah pedalaman meliputi:

  • Keterbatasan sumber daya manusia: Solusi: Pemkab akan mengalokasikan anggaran tambahan untuk pelatihan teknis personel.
  • Hambatan geografis: Solusi: Penggunaan teknologi drone untuk survei lokasi sulit dijangkau.
  • Koordinasi lintas sektor: Solusi: Membentuk Satgas TMMD yang melibatkan semua SKPD terkait.

Komitmen Pemkab Sampang

Bupati Slamet Junaidi menegaskan bahwa dukungan Pemkab Sampang tidak hanya bersifat formal tetapi juga operasional. “Kami siap menyediakan lahan, tenaga administrasi, dan pendampingan teknis untuk memastikan semua proyek TMMD berjalan optimal,” ujarnya. Dandim 0828/Sampang Letkol Czi Dika Catur Yanuar Anwar menambahkan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah akan dilakukan secara real-time melalui sistem monitoring berbasis aplikasi.

Program TMMD ke-129 di Kabupaten Sampang tidak hanya menjadi wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat, tetapi juga membuktikan bahwa kolaborasi antarlembaga dapat menghasilkan transformasi sosial-ekonomi yang signifikan. Dengan penguatan kemanunggalan ini, diharapkan masyarakat Sampang akan segera merasakan dampak positif dari pembangunan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup