Libur Sekolah Dongkrak Penumpang Commuter Line Supas di Probolinggo, Potensi Ekspansi Jadi Fokus Perhatian
Kenaikan Konsisten: Dari 100 ke 670 Penumpang per Hari
Plat Merah – Selama libur sekolah 20 hingga 30 Juni 2026, Commuter Line Supas (Surabaya Pasarturi-Probolinggo) mencatat rekor penumpang dengan total 6.600 orang, atau rata-rata 600 penumpang per hari untuk dua perjalanan pulang pergi. Angka ini menggandakan rata-rata harian 300-400 penumpang di hari kerja dan menyamai volume akhir pekan. Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengungkap proyeksi awal hanya 100-200 penumpang per hari saat layanan diperluas ke Probolinggo Maret 2026, tetapi permintaan melonjak 6-7 kali lipat.
| Periode | Total Penumpang | Rata-rata Harian |
|---|---|---|
| Januari-Maret 2026 (sebelum ekspansi) | 20.000 | 235 |
| April-Juni 2026 (pasca ekspansi) | 57.800 | 670 |
| 20-30 Juni 2026 (libur sekolah) | 6.600 | 660 |
Faktor Penyumbang: Tarif Terjangkau dan Akses ke Bromo
Analisis kualitatif dari wawancara lapangan menunjukkan dua faktor utama:
- Tarif Rp8.000 yang lebih murah 25% dibanding transportasi pribadi
- Fleksibilitas perjalanan ke kawasan Bromo, yang mencatat 150.000 kunjungan bulan Juni
Selain itu, 40% penumpang yang diwawancara menyatakan Commuter Line menurunkan emisi karbon 30% dibanding menggunakan mobil pribadi per perjalanan.
Usulan Ekspansi dan Rintangan
KAI Commuter menerima 1.200 aspirasi formal untuk memperpanjang layanan ke Jember, Lumajang, dan Malang. Namun implementasi terganjal tiga poin utama:
- Armada saat ini hanya mampu memenuhi 60% dari kapasitas penuh
- Biaya perawatan rel tambahan diperkirakan mencapai Rp500 miliar untuk jarak 50 km
- Perlu koordinasi dengan BPTJ dan Kemenhub untuk revisi Graph Perkeretaapian
Leza menyatakan kajian teknis akan selesai Q3 2026 sebelum diputuskan di Gapeka 2027.
Implikasi Ekonomi dan Lingkungan
Kenaikan 270% penumpang di Probolinggo memperkirakan kontribusi ekonomi langsung sebesar Rp12 miliar/bulan untuk UMKM transportasi dan sektor pariwisata. Dari sisi lingkungan, perpindahan 1.500 penumpang dari mobil pribadi per hari mengurangi emisi CO₂ 180 ton per bulan. Namun, dampak negatif mencakup kenaikan lalu lintas di sekitar stasiun hingga 25% selama puncak libur.
Kronologi Pengembangan Commuter Line Supas
| Februari 2025 | Penelitian kelayakan ekspansi ke Probolinggo |
|---|---|
| Maret 2026 | Layanan diresmikan di Stasiun Probolinggo |
| Desember 2026 | Rencana kajian ekspansi ke Jember |
| 2027 | Peluncuran layanan berdasarkan Gapeka 2027 |
Peningkatan frekuensi layanan hingga 4 perjalanan/hari di Probolinggo membutuhkan investasi tambahan armada sebesar Rp250 miliar, yang tergantung pada APBN 2027. Sementara itu, pelatihan 300 staf baru diperlukan untuk menjamin kualitas layanan di jalur baru.
Tantangan dan Peluang
KAI Commuter menghadapi dilemma antara memenuhi permintaan publik dan keterbatasan sumber daya. Analisis dari Badan Ekonomi Kreatif menyebut potensi pendapatan layanan bisa mencapai Rp500 miliar/tahun jika diperluas ke Jember, tetapi membutuhkan investasi awal Rp1,2 triliun. Pemerintah Provinsi Jatim sudah mengalokasikan Rp300 miliar dalam APBD 2027 untuk dukungan infrastruktur.
Reaksi masyarakat terbagi: 65% pendukung ekspansi di Probolinggo, tetapi 30% khawatir soal keselamatan lalu lintas dan kualitas layanan. Forum Transportasi Nasional merekomendasikan pendekatan bertahap dengan prioritas ke Malang sebelum Jember.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












