Dispusip Way Kanan Perkuat Sinergi Tingkatkan Peran Pustakawan
Plat Merah –
Penguatan Kolaboratif di Tengah Tantangan Literasi Modern
Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, tengah memperkuat ekosistem literasi melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip), pustakawan, dan berbagai pemangku kepentingan. Inisiatif ini diluncurkan sebagai respons terhadap kompleksitas tantangan literasi di era digital, di mana kemampuan membaca dan menulis harus diimbangi dengan kompetensi mencari, menganalisis, dan memanfaatkan informasi dalam konteks global.
Kronologi Perkembangan Program
- 2020-2024: Fokus pada pemenuhan infrastruktur perpustakaan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan tentang Standar Nasional Pendidikan.
- 2025: Pengembangan kapasitas pustakawan melalui pelatihan teknologi informasi dan manajemen data.
- 2026: Penguatan sinergi lintas sektor untuk memperluas cakupan program literasi ke komunitas pedesaan.
Strategi Kolaboratif untuk Pustakawan
Kepala Dispusip Way Kanan, Achmad Agung Bramtihalley, memaparkan bahwa program ini tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan jumlah perpustakaan, tetapi juga pada peningkatan kualitas pustakawan sebagai ujung tombak literasi. “Pustakawan harus menjadi agen transformasi, tidak hanya penyimpan dan pengelola informasi, tetapi juga pendidik dan fasilitator komunitas,” ujarnya dalam konferensi pers pada 6 Juli 2026.
Analisis Tantangan Literasi di Way Kanan
| Indikator | 2023 | 2025 |
|---|---|---|
| Angka Literasi Masyarakat | 78% | 82% |
| Akses Digital | 45% | 58% |
| Keterlibatan Pustakawan | 30% | 47% |
Model Kerja Sinergi yang Dikembangkan
Dispusip Way Kanan menerapkan tiga pilar utama dalam membangun sinergi:
1. Pelatihan Berkelanjutan untuk pustakawan dengan modul terintegrasi teknologi dan pendekatan partisipatif.
2. Program Mitra Strategis dengan sekolah, lembaga pemasyarakatan, dan komunitas lokal.
3. Pendekatan Data-Driven dengan sistem monitoring literasi berbasis geospasial.
Implikasi untuk Pembangunan Daerah
Pendekatan ini berpotensi menciptakan multiplier effect:
– **Edukasi**: Meningkatkan keterampilan kritis generasi muda
– **Ekonomi**: Memperkuat literasi bisnis kecil-kecilan
– **Sosial**: Membangun masyarakat inklusif dengan akses informasi merata
| Sector | Dampak Literasi |
|---|---|
| Pendidikan | Penurunan angka putus sekolah hingga 15% |
| Kesehatan | Peningkatan pemahaman tentang kesehatan reproduksi |
| Lingkungan | Penyadaran akan isu perubahan iklim |
Tantangan Implementasi dan Solusi Inovatif
Meski menunjukkan progres positif, program ini menghadapi tantangan berikut:
- Minimnya anggaran untuk pengembangan SDM pustakawan
- Persebaran desa yang luas dengan akses internet terbatas
- Rendahnya partisipasi komunitas usia lanjut dalam program literasi
Untuk mengatasi ini, Dispusip Way Kanan mengembangkan solusi inovatif:
– Membuat “Rumah Literasi Mobile” menggunakan kendaraan modifikasi
– Mengadopsi platform e-learning berbasis AI untuk pelatihan
– Membangun komunitas literasi berbasis keluarga melalui pendekatan partisipatif.
Perspektif Masa Depan
Langkah ini sejalan dengan target Nasional Literasi 2030 yang menetapkan angka literasi di atas 90%. Dengan pendekatan holistik yang mengintegrasikan teknologi, kapasitas SDM, dan keterlibatan masyarakat, Way Kanan berkomitmen menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat. Keberhasilan program ini akan menjadi benchmark untuk daerah lain dalam mengembangkan ekosistem literasi yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













