Puluhan Guru SMA Sederajat Ikuti Pelatihan Sekolah Tangguh Bencana di Surabaya
Plat Merah – Surabaya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menggelar pelatihan intensif berjudul “Satuan Pendidikan Aman Bencana” (SPAB) untuk 50 guru SMA sederajat dari berbagai sekolah negeri dan swasta. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan memperkuat kapasitas pendidik dalam membangun sekolah tangguh bencana. Dengan pendekatan teori, praktik, dan simulasi, pelatihan ini menjadi salah satu upaya strategis BPBD Jatim mengantisipasi risiko bencana yang tinggi di wilayah ini.
Konteks Krisis Bencana di Jawa Timur
Jawa Timur, sebagai provinsi dengan kerawanan bencana tinggi, rentan terhadap berbagai jenis ancaman alam seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi. Data Kementerian PUPR tahun 2024 menunjukkan bahwa 83% wilayah Jatim berada di zona risiko bencana. Lebih dari 3.600 dari 4.088 SMA sederajat di provinsi ini masuk kategori rawan. Hanya 95 sekolah yang telah melalui pelatihan SPAB, menunjukkan urgensi percepatan implementasi program ini.
Komponen Pelatihan dan Strategi Edukasi
Pelatihan yang dipandu oleh Endang Mulyani Putro, Fasilitator TOF SPAB Jatim, mencakup tiga aspek utama:
- Mitigasi Bencana: Teknik menilai fasilitas sekolah yang aman, inklusif, dan nyaman.
- Kajian Risiko: Penyusunan tata letak ruang aman dan analisis ancaman lokal.
- Pendekatan Pendidikan: Integrasi pendidikan kebencanaan dalam kurikulum intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Respons Peserta dan Dampak Potensial
M. Saidul Hulam, Guru SMK Muhammadiyah 1 Surabaya, menyebut pelatihan ini “menyelamatkan nyawa”. “Bencana bisa datang kapan saja. Anak-anak harus tahu cara menghadapinya,” tuturnya. Dengan melibatkan guru sebagai agen perubahan, diharapkan peserta didik, komunitas sekolah, dan masyarakat umum akan turut memperkuat ketahanan bencana. Seorang peserta lain, Siti Nurhidayati dari SMA Negeri 3 Surabaya, menekankan pentingnya “mengubah pola pikir siswa dari ketakutan menjadi kesiapan”.
Data Kinerja Sekolah Tangguh di Jatim
| Jumlah SMA Sederajat | Rawan Bencana Tinggi | Telah Terima Pelatihan SPAB | Sisa yang Perlu Dicakup |
|---|---|---|---|
| 4.088 | 3.645 | 95 | 3.593 |
Kronologi Pelatihan
Dari 8 hingga 9 Juli 2026, peserta mengikuti rangkaian kegiatan berikut:
- Hari pertama: Materi teori tentang mitigasi dan simulasi evakuasi
- Hari kedua: Praktik evaluasi fasilitas sekolah dan diskusi kelompok
- Sesi konsultasi terkait implementasi di sekolah masing-masing
Implikasi Strategis dan Rekomendasi
Program ini berpotensi mengurangi kerentanan sekolah terhadap bencana dengan tiga implikasi utama:
- Meningkatkan kesadaran siswa tentang risiko dan respons bencana
- Mendukung pencapaian target nasional SDGs 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan)
- Membangun ekosistem pendidikan tangguh secara merata di Jatim
BPBD Jatim berencana melanjutkan pelatihan serupa di 15 kota/kabupaten lain selama kuartal III 2026. Anggaran tahunan akan dialokasikan khusus untuk pengembangan modul edukasi berbasis lokal. Keterlibatan stakeholder seperti Dinas Pendidikan dan komunitas sekolah diharapkan mempercepat proses pencapaian 100% cakupan SPAB di seluruh SMA Jatim dalam 3 tahun ke depan.
Pelatihan ini juga sejalan dengan inisiatif global seperti Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (2015-2030) yang menekankan pentingnya pendidikan kebencanaan dalam pembangunan berkelanjutan. Dengan pendekatan partisipatif dan berbasis komunitas, Jatim berpotensi menjadi model pengembangan sekolah tangguh bencana di kawasan Asia Tenggara.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













