Pemerintahan Kecamatan Manna Intensifkan Program Rumah Desa Sehat untuk Cegah Stunting

Pemerintahan Kecamatan Manna Intensifkan Program Rumah Desa Sehat untuk Cegah Stunting

Latar Belakang Program Rumah Desa Sehat

Plat Merah – Stunting masih menjadi tantangan kesehatan utama di Indonesia dengan prevalensi 21,5% pada 2023 menurut Badan Pusat Statistik. Di Bengkulu Selatan, angka stunting mencapai 24,3% pada 2025, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Untuk mengatasi ini, Pemerintahan Kecamatan Manna menginisiasi program Rumah Desa Sehat (RDS) yang diresmikan 7 Juli 2026 melalui kegiatan Rembuk Stunting dan Sosialisasi Kesehatan di Desa Padang Pandan.

Struktur Pelaksanaan dan Partisipan

Kegiatan yang dihadiri 150 peserta terdiri dari:

  • Perangkat desa se-kecamatan (35 orang)
  • Tim kesehatan puskesmas (20 orang)
  • Kader posyandu (45 orang)
  • Masyarakat desa (50 orang)

Camat Manna Yulizarerwis menekankan pentingnya sinergi antarpihak: “Kepemimpinan desa harus menjadi motor penggerak, sementara masyarakat perlu diberdayakan sebagai mitra aktif dalam monitoring pertumbuhan balita”

Komponen Program Rumah Desa Sehat

KomponenDeskripsi
Pusat InformasiMelacak data tumbuh kembang anak secara digital
Klinik MobileKunjungan rutin kesehatan di 12 dusun
Pelatihan KaderPeningkatan kapasitas 100 kader posyandu
Kampanye Hidup SehatPenyuluhan gizi dan sanitasi bulanan

Kronologi Pelaksanaan

JamKegiatan
08:00-09:00Pembukaan dan sambutan Camat
09:00-10:30Rembuk Stunting
10:30-12:00Penyuluhan Gizi
13:00-14:30Demonstrasi Praktik

Dampak Potensial

Program ini diharapkan menghasilkan:

  • Penurunan angka stunting 15% dalam 2 tahun
  • Penyediaan akses layanan kesehatan di 80% dusun
  • Peningkatan kesadaran gizi ibu hamil 60%
  • Penurunan kasus diare anak 30% melalui sanitasi

Analisis Tantangan

Beberapa hambatan yang diidentifikasi:

  1. Keterbatasan anggaran desa untuk pemeliharaan RDS
  2. Minimnya kompetensi kader dalam pengelolaan data
  3. Kendala geografis mengakses dusun terpencil
  4. Perluasan partisipasi masyarakat yang membutuhkan waktu

Camat Manna menyatakan komitmen pemerintah untuk mengalokasikan anggaran APBD sebesar 2 miliar rupiah pada 2027. Kolaborasi dengan organisasi masyarakat seperti BAZNAS dan PMI diharapkan memperkuat program ini.

Perspektif Ke Depan

Dengan pendekatan berbasis komunitas, program Rumah Desa Sehat menjadi model inovatif yang dapat direplikasi ke 14 kecamatan lain di Kabupaten Bengkulu Selatan. Integrasi teknologi dalam pendataan dan pelatihan digital kader akan menjadi fokus pengembangan berikutnya. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada keberlanjutan partisipasi masyarakat yang perlu dipupuk melalui edukasi berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup