Pemkab Situbondo Kembangkan Peternakan Telur Skala Rumah Tangga untuk Tekan Stunting
Plat Merah – Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) mengembangkan peternakan telur skala rumah tangga dengan skema kemitraan. Program ini bertujuan meningkatkan produksi telur lokal sekaligus menekan angka stunting dan pengangguran.
Kepala Disnakkan Situbondo, Abdul Rahman, menjelaskan bahwa pihaknya menjalin kemitraan dengan Bank Indonesia dan beberapa yayasan untuk memfasilitasi masyarakat beternak ayam petelur. “Modelnya kemitraan ya, karena kami tidak punya anggaran. Saat ini kita ada kemitraan dengan Bank Indonesia dan beberapa yayasan,” ujarnya pada Rabu, 17 Juni 2026.
Salah satu bentuk kemitraan dengan BI adalah bantuan sarana kandang untuk peternak dengan kapasitas 400 ekor ayam petelur. Sementara itu, melalui yayasan, peternak bisa mendapatkan pinjaman modal sebesar Rp23 juta dengan cicilan harian Rp20 ribu yang dimulai saat ayam siap bertelur.
Langkah ini diambil karena produksi telur di Situbondo masih jauh dari kebutuhan. Berdasarkan survei, kebutuhan telur mencapai 17 ton per hari, sementara produksi hanya 3,5 ton per hari. “Hasil survei yang kami lakukan, kebutuhan telur di Situbondo 17 ton per hari, sedangkan produksinya hanya 3,5 ton,” tegas Rahman.
Selain meningkatkan produksi, pengembangan peternakan skala rumah tangga diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan gizi masyarakat. “Pengembangan peternakan skala rumah tangga ini tujuannya juga untuk pemenuhan gizi agar kasus stunting bisa ditekan,” pungkasnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












