Alasan Faturhadi Anak Petani Bangka Lebih Pilih AAL, Tolak UGM dan Beasiswa Bergengsi Australia
PlatMerah.com, Bangka – Faturhadi, putra petani asal Desa Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung, memilih melanjutkan pendidikan di Akademi Angkatan Laut (AAL) dibandingkan dua tawaran bergengsi lainnya, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Curtin University Australia melalui program beasiswa penuh.
Keputusan itu diambil bukan tanpa pertimbangan. Lulusan SMA Negeri 1 Pangkalpinang ini menegaskan bahwa cita-citanya sejak awal adalah mengabdi kepada bangsa, dan AAL menjadi jalan yang paling sesuai untuk mewujudkannya.
Perjalanan Faturhadi Menuju AAL
Faturhadi diterima di tiga institusi pendidikan sekaligus: AAL, UGM, dan Curtin University Australia. Namun, ia memilih AAL karena panggilan jiwa untuk membela negara.
Anak pasangan Fahlepi dan Heni Kusuma Dewi ini mengaku tidak tergoda dengan kesempatan kuliah di luar negeri dengan beasiswa penuh. Baginya, mengabdi kepada bangsa adalah prioritas utama.
Dukungan Keluarga dan Semangat Juang
Keberhasilan Faturhadi tidak lepas dari dukungan keluarga dan kerja kerasnya. Ia berlatih fisik, belajar disiplin, dan termotivasi oleh kakaknya yang pernah mencoba seleksi Akademi Militer hingga tiga kali.
Keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan langkahnya. Justru, latar belakang orang tuanya yang bekerja sebagai petani menjadi pendorong untuk meraih cita-cita.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Kisah Faturhadi menjadi inspirasi bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah hambatan untuk meraih prestasi. Ia membuktikan bahwa dengan tekad, disiplin, dan dukungan keluarga, seseorang dapat menembus seleksi paling kompetitif di Indonesia.
Keputusan Faturhadi untuk memilih AAL menunjukkan bahwa pengabdian kepada negara bisa menjadi pilihan utama di tengah godaan karier dan pendidikan di luar negeri.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













