Pustakawan Way Kanan Menjadi Penggerak Literasi Masyarakat

Pustakawan Way Kanan Menjadi Penggerak Literasi Masyarakat

Peran Strategis Pustakawan di Era Digital

Plat Merah – Kabupaten Way Kanan, Lampung, kini menjadi perhatian khusus dalam konteks transformasi peran pustakawan. Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Way Kanan, Achmad Agung Bramtihalley, pustakawan tidak hanya menjadi penjaga koleksi buku, tetapi juga katalis literasi masyarakat. Di era digital, tugas mereka semakin dinamis, mencakup pengelolaan konten digital, penyelenggaraan workshop, dan pengembangan program inovatif.

Pengalaman Way Kanan: Dari Tradisional ke Kolaboratif

Sebelum tahun 2023, perpustakaan di Way Kanan lebih berfokus pada layanan pinjaman buku dan pengelolaan arsip. Namun, setelah adopsi kebijakan nasional “Gerakan Literasi Nasional” oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), pustakawan di daerah ini mulai merancang program kolaboratif dengan sekolah, komunitas, dan organisasi nirlaba.

  • Program Mendongeng Anak: Diadakan setiap minggu, melibatkan 1.200 peserta dari 15 kecamatan sejak 2023.
  • Kelas Literasi Digital: Mengajarkan penggunaan perpustakaan digital dan keamanan siber untuk 800 peserta.
  • Kompetisi Karya Siswa: Mendorong kreativitas melalui lomba menulis cerita pendek dan puisi.

Program dan Aktivitas Kreatif Pustakawan Way Kanan

Bramtihalley menjelaskan bahwa pustakawan kini aktif sebagai fasilitator literasi melalui berbagai inisiatif. Salah satu contoh adalah Mobile Library Unit, armada perpustakaan bergerak yang menjangkau desa-desa terpencil yang jaraknya lebih dari 50 km dari kota. Program ini mendistribusikan 2.500 buku per bulan dan telah meningkatkan jumlah peminjaman hingga 45% sejak 2024.

Jenis KegiatanJumlah Pelaksanaan (2026)Partisipan Total
Mendongeng di Sekolah240 kali12.000 siswa
Kelas Literasi Digital120 kali6.000 orang
Kompetisi Literasi15 kali3.500 peserta

Dampak dan Tantangan Literasi di Way Kanan

Menurut survei Kementerian Bappenas 2025, tingkat minat baca masyarakat Lampung meningkat dari 23% (2022) menjadi 31% (2026), dengan Way Kanan sebagai salah satu kabupaten dengan peningkatan tertinggi. Namun, tantangan tetap ada, seperti kurangnya anggaran untuk pengadaan buku dan ketimpangan akses literasi antarkecamatan.

Pendapat Para Ahli tentang Transformasi Pustakawan

Prof. Dr. Rina Surya, pakar pendidikan dari Universitas Lampung, menilai, “Transformasi pustakawan dari penyimpan buku ke penggerak literasi memerlukan pelatihan teknis dan kebijakan anggaran yang konsisten. Way Kanan menunjukkan contoh baik, tetapi skalabilitas perlu dicermati.”

Kronologi Perkembangan Literasi di Way Kanan

Langkah transformasi di Way Kanan tidak terjadi secara instan. Berikut kronologi kunci:

  1. 2022: Pemerintah daerah meluncurkan program literasi dasar di 5 kecamatan utama.
  2. 2023: Penyusunan kurikulum literasi digital dan pelatihan pustakawan oleh lembaga pendidikan.
  3. 2024: Pengadaan armada Mobile Library Unit dan kerja sama dengan komunitas lokal.
  4. 2025: Evaluasi dampak literasi melalui survei nasional dan peningkatan angka minat baca.

Peran pustakawan Way Kanan kini menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. Mereka tidak hanya menyiapkan generasi berpikir kritis, tetapi juga menciptakan ekosistem literasi yang inklusif. Di tengah tantangan anggaran dan digitalisasi, inovasi mereka membuktikan bahwa pendidikan karakter dan akses informasi bisa diwujudkan melalui kerja kolaboratif dan kreativitas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup