Polsek Banjarangkan Evakuasi ODGJ untuk Penanganan Medis: Kolaborasi Multi-Pihak dan Tantangan Kesehatan Mental di Wilayah Pedesaan

Polsek Banjarangkan Evakuasi ODGJ untuk Penanganan Medis: Kolaborasi Multi-Pihak dan Tantangan Kesehatan Mental di Wilayah Pedesaan

Plat Merah – Klungkung, 15 Juli 2026 – Evakuasi seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Dusun Kawan, Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, yang dilakukan Polsek Banjarangkan pada Minggu (12/7) menjadi sorotan serius terkait tantangan penanganan kesehatan mental di wilayah pedesaan. Dalam operasi yang melibatkan personel Polsek, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Dinas Sosial Klungkung, pihak berwenang menekankan kepedulian sosial dan keamanan publik, sekaligus mengungkapkan kompleksitas sistem kesehatan jiwa nasional.

Kronologi Evakuasi dan Konteks Medis

Seorang pria berusia 42 tahun, yang sebelumnya pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Bangli, mengalami relaps setelah berhenti mengonsumsi obat selama sebulan. Perilakunya yang agresif—termasuk mengamuk, melakukan kekerasan terhadap orang tua, dan membawa senjata tajam—memicu kekhawatiran warga sekitar. Proses evakuasi yang berlangsung selama 3 jam ini melibatkan 12 personel di bawah komando Kapolsek AKP I Ketut Budiarsana, SH, MH, dengan pendekatan humanis untuk menghindari eskalasi konflik.

Langkah EvakuasiWaktuPelaksana
Pemantauan kondisi ODGJ dan koordinasi dengan keluarga08.00-09.00 WITABabinsa dan Bhabinkamtibmas
Persiapan alat pelindung dan medis09.00-10.00 WITAPolsek & Dinas Sosial
Evakuasi dan pemeriksaan medis awal10.00-12.00 WITAPersonel Polsek, tenaga medis, dan warga
Pengiriman ke RSJ Bangli12.00-13.00 WITATim evakuasi

Kendala Sistem Kesehatan Jiwa di Indonesia

Insiden ini mencerminkan tantangan struktural dalam layanan kesehatan mental. Data Kementerian Kesehatan 2025 menunjukkan bahwa hanya 10% pasien ODGJ di pedesaan mendapat akses teratur ke pengobatan, dibandingkan 45% di perkotaan. “Sistem kita bergantung pada kepatuhan pasien dan dukungan keluarga. Jika salah satu faktor ini gagal, risiko relaps sangat tinggi,” ujar Dr. I Made Wiradana, psikiater dari Rumah Sakit Umum Bali Mandara.

Peran Multi-Agensi dan Pelajaran Praktis

Kepala Dinas Sosial Klungkung, Putu Surya Dharma, menjelaskan bahwa keterlibatan institusi lokal sangat penting. “Kami sudah memiliki program pelatihan bagi perangkat desa tentang identifikasi dini gejala agresif ODGJ, tetapi implementasinya masih terbatas oleh anggaran dan SDM,” katanya. Polsek Banjarangkan, di sisi lain, menegaskan komitmen untuk meningkatkan respons cepat melalui:

  • Penambahan 2 unit ambulans khusus ODGJ pada tahun 2027
  • Kerja sama dengan klinik swasta untuk pemeriksaan berkala
  • Pelatihan warga tentang pengelolaan ODGJ di lingkungan sekitar

Dampak Sosial dan Rekomendasi Kebijakan

Insiden di Banjarangkan mengingatkan pemerintah tentang urgensi peraturan yang lebih tegas. Saat ini, UU No. 18/2014 tentang Kesehatan Jiwa lebih fokus pada perlindungan hak ODGJ daripada penegakan tindakan preventif. “Kita perlu peraturan yang mengharuskan keluarga melaporkan ODGJ secara wajib, dengan sanksi administratif bagi yang tidak patuh,” usul Prof. Ni Made Ratna, pakar hukum kesehatan dari Universitas Udayana.

Respons Komunitas Setempat

Warga Desa Bakas menilai kolaborasi Polsek dan Dinas Sosial sangat efektif. Namun, beberapa lansia khawatir tentang kemungkinan kejadian serupa. “Kami butuh pendampingan psikososial agar tidak merasa stres melihat ODGJ yang tak terkontrol,” ujar Made Sutarma, warga setempat. Polsek rencananya akan mengadakan 3 sesi diskusi terbuka dengan masyarakat dalam sebulan ke depan.

Keseluruhan dan Harapan Masa Depan

Evakuasi di Banjarangkan menjadi contoh nyata pentingnya kegotong-royongan dalam menangani ODGJ. Tantangan utama masih berupa keterbatasan fasilitas spesialisasi dan stigmatisasi sosial. Dengan pendekatan terpadu—yang melibatkan sektor kesehatan, kepolisian, pendidikan, dan komunitas—Indonesia diharapkan mampu mengurangi risiko relaps dan meningkatkan kualitas hidup ODGJ secara signifikan dalam 5 tahun ke depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup