Dinkes: Kondisi Siswa dan Guru SMKN 6 Semarang Diduga Keracunan MBG Sudah Membaik
PlatMerah.com, Semarang – Dinas Kesehatan Kota Semarang menyatakan kondisi siswa dan guru SMKN 6 Semarang yang diduga mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah menunjukkan perbaikan signifikan. Mayoritas korban telah dinyatakan pulih dan tidak terdapat penambahan kasus baru hingga Sabtu (18/8/2026).
Perkembangan Kondisi Korban
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, menjelaskan bahwa seluruh pasien yang dirawat di Puskesmas Halmahera telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik. Pasien lain yang dirawat di RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu juga terus mengalami perbaikan secara signifikan.
“Siswa yang sempat dirawat di Puskesmas Halmahera seluruhnya sudah membaik dan dipulangkan. Pasien di fasilitas kesehatan lainnya juga menunjukkan perbaikan yang positif,” kata Hakam.
Pelayanan Kesehatan dan Penjaminan
Pelayanan kesehatan bagi korban menggunakan jaminan BPJS Kesehatan, yang memastikan seluruh proses perawatan berjalan optimal sesuai prosedur. Hakam menegaskan bahwa Dinkes akan terus melakukan pengawasan melalui Tim Gerak Cepat (TGC) yang disiagakan untuk memantau perkembangan kesehatan para siswa hingga seluruh pasien dinyatakan sembuh total dan dapat kembali beraktivitas.
Investigasi dan Tindakan Lanjutan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, turut turun tangan dengan menjenguk korban dan menegaskan bahwa tim investigasi sedang mendalami penyebab insiden tersebut. Investigasi bertujuan memastikan sumber masalah dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Sudaryono menyatakan bahwa jika ditemukan kelalaian dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab, BGN akan memberikan sanksi tegas, termasuk kemungkinan suspend layanan SPPG terkait selama proses evaluasi berlangsung.
Data Korban dan Latar Belakang Insiden
Dinas Kesehatan Kota Semarang melaporkan sebanyak 707 orang yang terdiri dari 693 siswa dan 14 guru diduga mengalami keracunan setelah menyantap MBG pada Jumat (31/7/2026). Para korban mendapatkan perawatan di berbagai fasilitas kesehatan di Kota Semarang.
Tim TGC dan Dinkes Kota Semarang terus melakukan pemantauan kesehatan secara intensif, dengan laporan pembaruan akhir akan disampaikan kepada Kementerian Kesehatan melalui sistem SKDR MBG setelah seluruh pasien dinyatakan sehat.
Upaya Penanganan dan Pencegahan
- Perawatan medis korban menggunakan jaminan BPJS Kesehatan.
- Pengawasan ketat oleh Dinkes dan tim terkait untuk pemantauan kondisi korban.
- Investigasi menyeluruh oleh Badan Gizi Nasional guna mengidentifikasi penyebab dan mencegah kejadian berulang.
- Tindakan tegas terhadap pelanggaran atau kelalaian dalam pelaksanaan program MBG.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kesehatan para siswa dan guru segera pulih sepenuhnya dan program MBG dapat berjalan dengan aman dan sesuai standar di masa depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













