Menkes Budi Gunadi Soal Dicalonkan Jadi Dirjen WHO Amanah dari Presiden
PlatMerah.com, Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan kesiapan mengundurkan diri dari jabatannya apabila terpilih menjadi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pencalonan Budi sebagai Dirjen WHO merupakan amanah dari Presiden Prabowo Subianto yang dia terima dengan penuh tanggung jawab.
Pencalonan sebagai Amanah Presiden
Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa pencalonannya untuk posisi Dirjen WHO adalah mandat dari Presiden Prabowo Subianto. Ia berkomitmen untuk menjalankan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya jika terpilih nanti. “Itu kan amanah dari Bapak Presiden. Jadi pastilah saya akan kerja buat Bapak Presiden, apapun tugas dari Beliau akan kita jalankan dengan sebaik-baiknya,” ujar Budi usai rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Posisi Indonesia dalam Organisasi Internasional
Budi menekankan pentingnya pencalonannya sebagai bentuk peran Indonesia sebagai negara besar yang belum pernah memiliki wakil di posisi pimpinan lembaga tingkat dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal ini menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk meningkatkan kontribusinya di kancah internasional.
“Indonesia kan bangsa yang besar ya. Bapak Presiden menyampaikan kita tuh tidak pernah ada wakilnya yang duduk sebagai pimpinan lembaga tingkat dunia yang levelnya Perserikatan PBB atau United Nations,” jelas Budi.
Dukungan untuk Reformasi Organisasi Kesehatan Dunia
Budi juga menyampaikan bahwa banyak anggota negara WHO melihat perlunya reformasi di organisasi internasional semacam ini. Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, dianggap memiliki potensi untuk mendorong perubahan tersebut.
“Banyak negara-negara anggota juga yang melihat bahwa harus, harus ada reform di organisasi-organisasi tingkat dunia seperti ini, dan dia melihat Indonesia, ya mungkin di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo, itu memiliki potensi itu,” katanya.
Kesiapan Mundur dari Jabatan Menteri Kesehatan
Ketika ditanya mengenai kemungkinan mundur dari jabatan Menteri Kesehatan apabila terpilih, Budi mengonfirmasi hal tersebut. Ia menegaskan bahwa proses pemilihan Dirjen WHO dilakukan oleh 194 negara anggota dan hasilnya akan diumumkan pada Mei 2027.
“Ya, kalau terpilih, kan belum tentu terpilih karena milih kan 194 negara anggota di bulan Mei,” tegasnya. Saat dikonfirmasi kembali, Budi mengangguk membenarkan kesiapan tersebut.
Proses Pemilihan Direktur Jenderal WHO
Indonesia mencalonkan Budi Gunadi Sadikin untuk menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus dari Ethiopia sebagai Dirjen WHO. Masa jabatan Tedros akan berakhir pada 15 Agustus 2027 setelah memimpin sejak 2017, termasuk saat pandemi COVID-19.
Proses pemilihan Dirjen WHO telah dimulai pada April 2026. Negara anggota WHO dapat mengajukan kandidat hingga 24 September 2026. Setelah itu, Dewan Eksekutif WHO akan memilih maksimal tiga kandidat untuk diajukan ke World Health Assembly. Penetapan Dirjen WHO berikutnya dijadwalkan pada World Health Assembly ke-80 pada Mei 2027.
Peran Strategis Indonesia di Kancah Internasional
Pencalonan Budi Gunadi Sadikin sebagai Dirjen WHO menandai langkah strategis Indonesia dalam memperkuat posisi di organisasi internasional. Hal ini sejalan dengan upaya memperluas pengaruh dan kontribusi Indonesia dalam isu global terutama di bidang kesehatan.
Dengan pengalaman dan posisi sebagai Menteri Kesehatan saat ini, Budi diharapkan mampu membawa perubahan positif dan memperkuat peran WHO di masa mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.














