Duka di Madiun: Serda Hengky Gugur dalam Ledakan Gudang Amunisi, TNI Bentuk Tim Investigasi

Duka di Madiun: Serda Hengky Gugur dalam Ledakan Gudang Amunisi, TNI Bentuk Tim Investigasi

Plat Merah – Madiun – Peristiwa ledakan gudang amunisi Madiun yang terjadi pada Kamis (16/7/2026) di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) II Puspalad, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, mengguncang keluarga besar TNI Angkatan Darat. Insiden yang menewaskan satu prajurit dan melukai enam lainnya ini menjadi sorotan publik. Prajurit yang gugur adalah Serda Hengky Noto Susanto (36), seorang anggota TNI AD yang dikenal sebagai sosok sederhana, religius, dan penuh tanggung jawab.

Serda Hengky meninggalkan duka mendalam bagi istri, Fitria Chandra Irawan (32), serta dua orang anak. Fitria, yang bertugas sebagai bidan di RS DKT Kota Madiun, menceritakan keseharian almarhum sebagai suami yang disiplin dan tidak pernah ingin merepotkan. “Setiap hari ia berangkat naik motor menempuh jarak 45 kilometer pulang pergi ke gudang amunisi,” ujar Fitria di rumah duka, Jumat (17/7/2026). Ia juga mengungkapkan bahwa almarhum selalu mengingatkan keluarga untuk beribadah dan menyiapkan bekal sebelum berangkat tugas.

Kakak kandung almarhum, Hendri Siswo Susanto, menambahkan bahwa Serda Hengky telah mengabdi sebagai tentara selama hampir 15 tahun di Timika, Papua, sebelum dipindahtugaskan ke Gupusmu Madiun sekitar dua tahun lalu. “Selama di Papua, ia ditemani istri dan anak-anak. Ia pribadi yang baik, sopan, dan taat beribadah,” kata Hendri.

Ledakan terjadi saat prajurit tengah melakukan perawatan dan pemeliharaan amunisi di dalam gudang. Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengonfirmasi bahwa tim investigasi telah dibentuk untuk menyelidiki penyebab pasti ledakan gudang amunisi Madiun. “Kami masih mendalami kronologi dan penyebab insiden, termasuk kemungkinan faktor teknis, kondisi amunisi, dan kepatuhan prosedur,” ujar Donny dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (16/7).

Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, mendesak agar investigasi dilakukan secara menyeluruh. Ia meminta tim mengevaluasi sistem penyimpanan amunisi, kondisi ruangan, pengaturan suhu, hingga usia amunisi yang disimpan. “Seluruh faktor yang memungkinkan terjadinya ledakan harus ditelusuri, baik teknis, fasilitas, maupun kelalaian manusia,” tegas Hasanuddin di Jakarta, Jumat (17/7). Ia juga menyoroti lokasi gudang yang dekat dengan permukiman warga dan meminta agar gudang dipindahkan jika tidak lagi memenuhi standar jarak aman.

Akibat ledakan gudang amunisi Madiun, satu prajurit tewas dan enam lainnya luka-luka. Empat prajurit mengalami luka berat, sementara dua lainnya luka ringan. Seluruh korban telah dilarikan ke RSUD Caruban dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. TNI AD memastikan akan memberikan perawatan terbaik bagi para korban dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya standar keamanan dalam penyimpanan dan perawatan amunisi. Publik berharap investigasi yang transparan dapat mengungkap akar masalah dan mencegah terulangnya tragedi serupa. Duka mendalam pun menyelimuti keluarga besar Serda Hengky, yang kini harus merelakan kepergian sosok kepala keluarga yang penuh kasih.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup