BMKG Hujan Jakarta Masih Minim hingga Sepekan, Prediksi Kemarau sampai Oktober

BMKG Hujan Jakarta Masih Minim hingga Sepekan, Prediksi Kemarau sampai Oktober

PlatMerah.com, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa potensi hujan di wilayah Jakarta masih minim untuk sepekan ke depan. Kondisi ini terjadi di tengah musim kemarau yang diperkirakan akan berlangsung hingga sekitar Oktober 2026.

Prakiraan Cuaca Jakarta dan Wilayah Indonesia

Menurut prakirawan BMKG Yuni Maharani, pertumbuhan awan di wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan masih fluktuatif. Khusus di Jakarta, pertumbuhan awan hujan cenderung minim selama sebagian besar periode tersebut.

Meski demikian, ada peningkatan potensi pertumbuhan awan pada Selasa (18 Agustus 2026) dan Rabu (19 Agustus 2026), dengan potensi hujan berada pada kategori sedang hingga tinggi. Namun, pada hari-hari lain, potensi hujan tetap rendah.

BMKG memperkirakan cuaca di Jakarta selama sepekan ke depan akan didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan, terutama di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Sementara itu, secara umum sejumlah wilayah Indonesia diprediksi mengalami cuaca cerah berawan hingga hujan sedang, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, serta beberapa wilayah di Papua.

Operasi Modifikasi Cuaca untuk Mengatasi Kualitas Udara

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca, Budi Harsoyo, menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca (OMC) telah dilakukan sejak 13 Agustus 2026 di wilayah Jabodetabek. Operasi ini bertujuan membantu memperbaiki kualitas udara yang memburuk di Jakarta sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan di kawasan Gunung Gede Pangrango.

Operasi modifikasi cuaca dipusatkan di Posko Pondok Cabe dan didukung oleh anggaran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Rangkaian kegiatan ini direncanakan berlangsung hingga 17 Agustus 2026. Beberapa hasilnya, seperti hujan dengan intensitas cukup lumayan, tercatat di Tangerang Selatan dan daerah Pakubuwono.

Perhatian dan Imbauan selama Musim Kemarau

BMKG memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus hingga September 2026 dan masih berlangsung hingga Oktober. Dalam periode ini, masyarakat diimbau untuk menghemat penggunaan air dan menghindari pembakaran sampah atau membuka lahan dengan cara membakar guna mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan.

Kondisi minimnya hujan di Jakarta juga berpotensi memperburuk kualitas udara. Oleh sebab itu, masyarakat disarankan untuk memantau informasi kualitas udara secara rutin, mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan saat tingkat polusi tinggi, dan menggunakan masker yang memadai bila diperlukan. Selain itu, menjaga kesehatan selama cuaca panas juga penting.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup