David Alaba Resmi Tinggalkan Real Madrid, Kenangan dan Dampaknya bagi Los Blancos

David Alaba Resmi Tinggalkan Real Madrid, Kenangan dan Dampaknya bagi Los Blancos

Plat Merah – Berita mengejutkan datang dari Santiago Bernabeu ketika David Alaba pisah dengan Real Madrid [titlebase] menjelang akhir musim 2025/2026. Bek serba guna asal Austria ini mengakhiri kontraknya yang akan berakhir pada 30 Juni 2026, menandai berakhirnya babak tiga tahun yang penuh warna bersama Los Blancos.

Sejak kedatangannya pada musim panas 2021 secara gratis dari Bayern Munich, Alaba sempat menjadi andalan di lini pertahanan, mengisi posisi bek kiri dan bek tengah. Namun, serangkaian cedera berat, mulai dari ACL pada Desember 2023, cedera meniskus pada April 2024, hingga cedera betis pada Oktober 2024, mengurangi intensitas penampilannya. Musim ini ia hanya mencatatkan 15 penampilan dengan total 505 menit bermain, jauh di bawah ekspektasi bagi pemain berusia 33 tahun.

Statistik resmi menunjukkan Alaba tampil dalam 131 pertandingan untuk Real Madrid, mencetak lima gol, memberikan sembilan assist, dan mengumpulkan total 9.581 menit di lapangan. Selama masa baktinya, ia membantu klub meraih 11 trofi bergengsi, termasuk dua gelar Liga Champions, dua LaLiga, satu Copa del Rey, serta beberapa trofi internasional seperti Piala Dunia Antarklub dan Piala Super Eropa.

Penghargaan khusus dijanjikan pada laga penutup melawan Athletic Club pada 24 Mei 2026. Presiden klub, Florentino Perez, menyampaikan penghormatan melalui pernyataan resmi: “David Alaba telah mendapatkan kasih sayang dari semua penggemar Madrid atas dedikasinya, kerja kerasnya, dan sebuah gambar ikonik dalam perjalanan kami memenangi Liga Champions ke-14, yang melambangkan perayaan kemenangan dan kini menjadi bagian dari sejarah klub kami. Real Madrid akan selalu menjadi rumahnya.”

Setelah perpisahan resmi, belum ada konfirmasi pasti mengenai tujuan selanjutnya. Namun, Alaba tetap masuk dalam skuad Timnas Austria yang bersiap melaju ke Piala Dunia 2026. Kemungkinan besar ia akan mencari tantangan baru di liga lain atau kembali ke Bundesliga, mengingat reputasinya yang masih tinggi di kancah internasional.

Secara keseluruhan, David Alaba pisah dengan Real Madrid [titlebase] menandai akhir era bagi seorang pemain yang tidak hanya memberikan kontribusi di lapangan, tetapi juga menjadi simbol profesionalisme dan dedikasi. Meskipun perjalanan terakhirnya di Bernabeu tidak seoptimal awal kedatangannya, warisan yang ditinggalkan tetap kuat, terutama melalui momen-momen ikonik seperti perayaan gelar ke-14 Liga Champions.

Kepergian Alaba membuka peluang bagi Real Madrid untuk merombak lini pertahanan, mengandalkan pemain muda seperti Alvaro Carreras dan Dean Huijsen yang telah menunjukkan performa menjanjikan. Bagi suporter, kenangan akan aksi-aksi spektakuler Alaba akan tetap hidup, dan harapan akan kehadirannya di panggung internasional bersama Austria tetap tinggi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup