Calvin Verdonk Tak Main Lawan Oman dan Mozambik, Alasan Keterlambatan yang Mengguncang Timnas Indonesia
Plat Merah – Calvin Verdonk absen dari timnas Indonesia saat lawan Oman dan Mozambik, ini penyebabnya [titlebase] menjadi sorotan utama menjelang dua laga persahabatan FIFA pada Juni 2026. Pemain berusia 29 tahun yang baru bergabung dengan skuad Garuda ternyata tidak dapat ikut serta dalam kedua pertandingan karena urusan pribadi yang menghalanginya datang pada fase awal persiapan internasional.
Pelatih asal Inggris, John Herdman, mengonfirmasi bahwa Verdonk baru saja tiba di Jakarta pada sore hari sebelum pertandingan melawan Oman. “Calvin Verdonk baru saja bergabung. Kondisinya fit. Karena alasan pribadi, dia tidak bisa datang pada awal periode persiapan. Namun dia siap bermain besok,” ujar Herdman dalam konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Meskipun dalam kondisi fisik yang baik, keterlambatan kedatangan membuatnya tidak terdaftar dalam daftar pemain yang dapat dipilih untuk laga pertama melawan Oman.
Selama sesi latihan resmi pada Kamis sore, Verdonk terlihat menjalani latihan terpisah di sisi lapangan, sementara rekan setimnya, Marselino Ferdinan, harus beristirahat akibat cedera hamstring. Keberadaan Verdonk yang masih menyesuaikan diri dengan intensitas latihan tim menambah keraguan Herdman mengenai peranannya, apakah akan menjadi starter atau masuk dari bangku cadangan. “Kami harus mempertimbangkan tingkat kebugarannya dan memastikan semua keputusan mengutamakan keselamatan pemain,” tegasnya.
Keterlambatan Verdonk bukan karena masalah kebugaran, melainkan urusan keluarga yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, sempat menyatakan bahwa pemain tersebut tidak dapat bergabung karena kepentingan keluarga, namun kemudian memperbaiki pernyataannya setelah Verdonk mengonfirmasi bahwa masalah tersebut telah selesai. Hal ini menegaskan komitmen Verdonk untuk tetap berkontribusi bagi Timnas Indonesia meski harus melewati tantangan di luar lapangan.
Prestasi Verdonk di level klub juga menjadi faktor penting dalam penilaian Herdman. Selama musim 2025/2026, bek asal Belanda ini tampil 26 kali untuk LOSC Lille, termasuk 18 penampilan di Ligue 1 dan tujuh di Liga Europa, membantu Lille finis di posisi ketiga Ligue 1 dan mengamankan tiket ke Liga Champions UEFA. “Dia pemain hebat. Dia berusaha sangat keras agar bisa berada di sini walau ada beberapa tantangan yang harus dia hadapi,” puji Herdman, menekankan nilai tambah yang dibawa Verdonk bagi lini belakang dan depan Garuda.
Karena Verdonk tidak terdaftar dalam skuad resmi untuk pertandingan melawan Oman, tim harus mengandalkan opsi lain, termasuk pemain naturalisasi yang belum masuk dalam daftar final, seperti Luke Vickery dan Mitchell Baker. Kedua pemain tersebut tetap berada di luar daftar pemain yang akan bertanding, menambah beban pada pilihan taktis Herdman.
Setelah laga melawan Oman, fokus kembali beralih ke pertandingan melawan Mozambik pada hari berikutnya. Namun, situasi tidak berubah; Verdonk tetap absen karena proses adaptasi dan pemulihan pasca perjalanan panjang. Keputusan akhir tetap berada di tangan Herdman, yang menegaskan bahwa keselamatan dan kesiapan pemain menjadi prioritas utama. Dengan demikian, Calvin Verdonk absen dari timnas Indonesia saat lawan Oman dan Mozambik, ini penyebabnya [titlebase] tetap menjadi narasi utama yang menjelaskan mengapa pemain berbakat ini belum dapat menampilkan kemampuannya di panggung internasional bersama Garuda.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.






![Mathew Baker Cuma Butuh Dua Tahun Tembus Timnas Senior, Berpotensi Catat Rekor Debutan Termuda Timnas Indonesia [titlebase] – Fenomena Muda yang Mengguncang Garuda](https://platmerah.com/wp-content/uploads/2026/06/mathew-baker-cuma-butuh-dua-tahun-tembus-timnas-senior-berpotensi-catat-rekor-debutan-termuda-timnas-indonesia-titlebase-fenomena-muda-yang-mengguncang-garuda-80x80.webp)




